Menu

Mode Gelap
Video Mapping Museum Mulawarman Suguhkan Kisah Putri Karang Melenu, Budaya Kutai Dikemas Lebih Modern Jawa Tengah Jajaki Kemitraan Strategis dengan Otorita IKN, Investasi dan Kolaborasi Jadi Fokus Pembahasan DPRD Samarinda Dorong Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Maksimalkan Potensi Wisata Daerah DPRD Samarinda Usulkan Validasi Domisili Siswa Dimulai Sejak Kelas 5 SD, Cegah Manipulasi Alamat saat SPMB 34 Mahasiswa KKN Tematik Rampungkan Pengabdian di IKN, Basuki Tekankan Pentingnya Belajar Menyelesaikan Masalah

BERITA DAERAH · 25 Mar 2026 19:00 WITA ·

Samri: Pokir DPRD Hasil Aspirasi Warga, Jangan Hanya Jadi Dokumen


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, memberikan keterangan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD merupakan hasil nyata dari aspirasi masyarakat yang diserap melalui kegiatan reses di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, memberikan keterangan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD merupakan hasil nyata dari aspirasi masyarakat yang diserap melalui kegiatan reses di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menegaskan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD merupakan hasil langsung dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses di daerah pemilihan.

“Pokir itu berasal dari aspirasi masyarakat. Tidak ada batas, tapi tetap ada skala prioritas, minimal 10 usulan di setiap dapil,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, pembatasan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, bukan untuk mengurangi aspirasi warga.

“Kalau anggaran tidak terbatas, semua bisa direalisasikan. Tapi karena ada keterbatasan, maka harus diprioritaskan,” jelasnya.

Samri berharap seluruh usulan yang telah dihimpun dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah, karena merupakan kebutuhan nyata masyarakat.

“Jangan sampai reses hanya jadi formalitas dan hasilnya berhenti di dokumen tanpa realisasi,” tegasnya.

Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat agar masuk dalam perencanaan pembangunan.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk mendengar kebutuhan masyarakat, dan itu yang kami bawa dalam Pokir,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Video Mapping Museum Mulawarman Suguhkan Kisah Putri Karang Melenu, Budaya Kutai Dikemas Lebih Modern

7 Agustus 2026 - 10:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Maksimalkan Potensi Wisata Daerah

6 Agustus 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Usulkan Validasi Domisili Siswa Dimulai Sejak Kelas 5 SD, Cegah Manipulasi Alamat saat SPMB

6 Agustus 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong PLTSa Berbasis Regional, Andriansyah Usulkan Lokasi Lebih Strategis

5 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Komisi I DPRD Samarinda Dorong Digitalisasi Layanan Publik, Tekankan Pelayanan Tatap Muka Tetap Diperlukan

5 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Sambut HUT Ke-81 RI, DPRD Samarinda Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga

5 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH