Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

BERITA DAERAH · 6 Sep 2026 13:00 WITA ·

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan


 Karyawan PT EAS, Marupa (49), ditemukan meninggal dunia di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, Minggu (6/9/2026), setelah tiga hari pencarian usai tenggelam di Sungai Belayan. Perbesar

Karyawan PT EAS, Marupa (49), ditemukan meninggal dunia di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, Minggu (6/9/2026), setelah tiga hari pencarian usai tenggelam di Sungai Belayan.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pencarian terhadap seorang karyawan PT EAS yang tenggelam di Sungai Belayan, Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), membuahkan hasil. Korban, Marupa (49), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (6/9/2026).

Marupa ditemukan sekitar pukul 09.30 WITA di wilayah Desa Penoon RT 002, Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di sekitar feri penyeberangan Desa Penoon. Lokasi tersebut berada cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Tabang, Iptu Yohan Lihu, mengatakan korban ditemukan setelah proses pencarian dilakukan selama tiga hari.

“Korban ditemukan setelah tiga hari pencarian,” ujar Yohan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (4/9/2026) di sekitar bekas pelabuhan milik PT EAS di perairan Sungai Belayan, Desa Long Lalang. Saat itu, Marupa bersama sejumlah rekan kerjanya sedang memperbaiki pipa alkon milik perusahaan yang mengalami kerusakan di tepian sungai.

Setelah pekerjaan selesai, korban bersama tiga rekannya memilih berenang untuk menyeberangi Sungai Belayan. Namun, ketika berada di tengah sungai, Marupa diduga mengalami kelelahan dan berhenti.

Korban kemudian meminta pertolongan kepada tiga rekannya yang telah lebih dahulu mencapai tepian sungai. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban akhirnya terbawa arus sungai hingga tenggelam.

Pencarian kemudian dilakukan oleh tim selama tiga hari. Hingga akhirnya, korban ditemukan di wilayah Desa Penoon, Kecamatan Kembang Janggut, pada Minggu pagi.

Dalam proses penanganan, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban, yakni satu lembar baju berwarna biru gelap dan celana bertuliskan Quiksilver berwarna biru.

Setelah dievakuasi, jenazah Marupa dibawa ke Puskesmas Tukung Ritan untuk menjalani visum et repertum. Setelah proses tersebut selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Marupa diketahui merupakan buruh harian lepas asal Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yang bekerja di PT EAS.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran

6 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda

6 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Program KB Gratis Sepi Peminat di Samarinda, DPRD Soroti Lemahnya Sosialisasi

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH