Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

BERITA DAERAH · 14 Jun 2026 15:00 WITA ·

AMSI: AI Bukan Ancaman bagi Pers, Justru Peluang Melahirkan Jurnalisme yang Lebih Berkualitas


 Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan ancaman bagi dunia pers, melainkan alat bantu untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing media di era disrupsi digital. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan ancaman bagi dunia pers, melainkan alat bantu untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing media di era disrupsi digital. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi dunia pers. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing media di tengah disrupsi digital.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, dalam Konvensi Media Siber yang digelar di Samarinda. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan media untuk memperkuat kapasitas organisasi, memperluas jejaring, serta memahami model bisnis media yang terus berkembang seiring perubahan teknologi.

Ia menilai Kalimantan Timur memiliki peluang besar bagi pertumbuhan media siber, terutama dengan berbagai dinamika pembangunan yang terjadi di daerah tersebut. Karena itu, anggota AMSI diharapkan mampu memanfaatkan momentum transformasi digital untuk terus berinovasi.

“Potensi di Kalimantan Timur sangat terbuka bagi media anggota AMSI,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026) malam.

Menurutnya, konvensi media tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran mengenai tantangan industri media saat ini. Melalui forum tersebut, perusahaan media dapat saling bertukar gagasan tentang strategi bisnis, inovasi konten, hingga pemanfaatan teknologi baru.

Ia menegaskan bahwa kehadiran AI tidak akan menggantikan peran wartawan maupun proses jurnalistik yang sesungguhnya. AI, kata dia, hanyalah sebuah alat yang membantu mempercepat berbagai pekerjaan, sementara proses verifikasi, kurasi informasi, dan pengambilan keputusan editorial tetap menjadi tanggung jawab manusia.

“AI itu hanyalah tools atau alat bantu kerja. Finalisasi editorial tetap berada di tangan manusia,” katanya.

Karena itu, insan pers diminta tidak melihat AI sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra yang dapat meningkatkan efisiensi dalam proses produksi berita. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, media justru memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan publik.

Lebih jauh, ia optimistis profesi wartawan akan tetap memiliki peran strategis di masa depan. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial dan berbagai platform digital, masyarakat semakin membutuhkan informasi yang telah diverifikasi, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang berkualitas akan selalu kembali kepada media,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan pers untuk memperkuat kembali fungsi jurnalisme sebagai penyedia informasi yang kredibel. Media dituntut menghadirkan konten yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki nilai, kedalaman, dan akurasi.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi justru menjadi pengingat bagi insan pers untuk kembali menguatkan nilai-nilai dasar jurnalisme. Dengan menjaga profesionalisme dan kualitas pemberitaan, kepercayaan publik terhadap media akan tetap terpelihara di tengah derasnya disrupsi digital.

“Jalan pulang kembali ke jurnalisme itu terbuka lebar. Tinggal bagaimana media mempersiapkan diri dan menghadirkan karya-karya yang berkualitas,” pungkasnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Teras Samarinda Bakal Diperluas hingga Tempekong, DPRD Dorong Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Mahakam

15 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Raperda Pencegahan Kebakaran Samarinda Masuk Tahap Harmonisasi, Damkar Bakal Diperkuat Kewenangannya

15 Oktober 2026 - 17:00 WITA

TPG Guru SDN Filial Loa Kumbar Terkendala Data, DPRD Samarinda Dorong Pemekaran Sekolah

15 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH