KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Upaya menjaga kelestarian orangutan di Kalimantan Timur memasuki tahap baru melalui pembentukan Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan. Forum ini melibatkan pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, hingga perusahaan pemegang konsesi sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat perlindungan habitat satwa endemik tersebut.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Konsultasi Publik Usulan Peta Indikatif Areal Preservasi Habitat Orangutan Lanskap Keraitan di Samarinda, Jumat (12/6/2026). Forum ini dirancang sebagai pendekatan konservasi berbasis bentang alam yang mengintegrasikan berbagai kepentingan dalam satu strategi pengelolaan.
Ketua Forum sekaligus Akademisi Universitas Mulawarman, Dr. Yaya Rayadin, menegaskan bahwa pembentukan forum ini bukan memulai dari nol, melainkan memperkuat kerja-kerja konservasi yang sudah berjalan sebelumnya.
“Ini mempercepat yang sudah ada,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini upaya konservasi di berbagai sektor seperti perkebunan, pertambangan, dan kehutanan masih berjalan sendiri-sendiri sehingga belum terkoordinasi secara optimal di tingkat lanskap.
Melalui forum ini, seluruh pihak diharapkan dapat menyatukan langkah agar perlindungan orangutan lebih efektif dan terarah.
“Selama ini berjalan sendiri, sekarang kita samakan arah,” katanya.
Forum tersebut akan menjadi pijakan awal pengelolaan di Lanskap Keraitan yang memiliki luas sekitar 560 ribu hektare, sebelum dikembangkan menjadi model untuk Lanskap Kutai yang jauh lebih luas.
Yaya menekankan bahwa fokus utama bukan hanya membuat program baru, tetapi memperkuat hasil penelitian dan implementasi yang sudah ada, termasuk peningkatan kapasitas pelaku usaha di sekitar habitat orangutan.
Ia juga menyambut konsep Areal Preservasi sebagai terobosan baru dalam kebijakan konservasi nasional yang memungkinkan kolaborasi tanpa mengubah status hukum lahan.
“Ini langkah maju yang penting,” ujarnya.
Secara ekologis, Lanskap Keraitan dinilai memiliki daya dukung tinggi dengan keberadaan Hutan Lindung Keraitan seluas sekitar 14 ribu hektare yang masih memiliki tutupan hutan sangat baik, serta kawasan High Conservation Value (HCV) milik perusahaan yang membentuk koridor habitat alami.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi keberhasilan konservasi jangka panjang karena memungkinkan pergerakan dan keberlanjutan populasi orangutan.
Melalui kolaborasi ini, Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan diharapkan menjadi model nasional pengelolaan konservasi berbasis lanskap yang mampu menyeimbangkan kepentingan pembangunan ekonomi dan pelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026












