Menu

Mode Gelap
28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal

BERITA DAERAH · 15 Jun 2026 23:00 WITA ·

KPC Dukung Forum Keraitan, Dorong Kolaborasi Lindungi Habitat Orangutan Kaltim


 Tim penyelamat orangutan tengah melakukan proses pelepasliaran. Komitmen pelestarian habitat orangutan di Kalimantan Timur diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan. Foto: Dok. Conservation Action Network (CAN). Perbesar

Tim penyelamat orangutan tengah melakukan proses pelepasliaran. Komitmen pelestarian habitat orangutan di Kalimantan Timur diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan. Foto: Dok. Conservation Action Network (CAN).

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Komitmen menjaga kelestarian orangutan di Kalimantan Timur semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, dan dunia usaha. PT Kaltim Prima Coal (KPC) menjadi salah satu pihak yang menyatakan kesiapan berpartisipasi aktif dalam Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Konsultasi Publik Usulan Peta Indikatif Areal Preservasi Habitat Orangutan Lanskap Keraitan di Samarinda, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini digagas Kementerian Kehutanan bersama BKSDA Kaltim dan para mitra sebagai langkah penguatan konservasi berbasis bentang alam di Kutai Timur.

Pendekatan baru melalui Areal Preservasi dinilai menjadi solusi atas pola penanganan konflik manusia dan orangutan yang selama ini cenderung reaktif.

“Kami siap berkontribusi,” ujar Superintendent Reclamation Planning PT KPC, Fahmi Syaifudin, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini KPC rutin melakukan pemantauan satwa liar di area operasional maupun reklamasi, termasuk di wilayah Simbang Perdau. Jika ditemukan orangutan, perusahaan langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan lebih lanjut.

Menurutnya, sepanjang tahun lalu KPC juga beberapa kali terlibat dalam proses translokasi satwa bersama BKSDA dan sejumlah lembaga konservasi.

Fahmi menilai keberadaan Forum Konservasi Orangutan Terpadu akan memperkuat koordinasi lintas pihak dalam menjaga habitat yang tersebar di berbagai konsesi, termasuk sektor tambang, perkebunan, dan kehutanan.

“Koordinasi harus satu arah,” katanya.

Ia menegaskan, Lanskap Keraitan tidak bisa dikelola secara terpisah karena merupakan kawasan yang saling berbatasan antarberbagai aktivitas usaha. Karena itu, dibutuhkan kesepahaman bersama agar perlindungan habitat dapat berjalan efektif.

Fahmi juga mengungkapkan bahwa pembahasan usulan Areal Preservasi telah melalui kajian panjang bersama BKSDA Kaltim, termasuk sejumlah pertemuan teknis dan surat-menyurat untuk memastikan batas kawasan yang tepat.

Menurutnya, prinsip kehati-hatian menjadi penting agar kawasan yang telah disepakati tidak mengalami alih fungsi di kemudian hari.

“Kalau sudah disepakati, harus dijaga bersama,” tegasnya.

Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan diharapkan menjadi model pengelolaan kawasan yang mampu menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian lingkungan, sekaligus menekan konflik manusia dan orangutan di Kalimantan Timur.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH