Menu

Mode Gelap
Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026 Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

BERITA DAERAH · 1 Jul 2026 14:00 WITA ·

Perumdam Tirta Kencana Kejar Layanan Air Bersih 100 Persen, Palaran Jadi Prioritas Pengembangan Jaringan


 Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, menjelaskan Perumdam Tirta Kencana terus memperluas jaringan perpipaan untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih, dengan fokus pengembangan di wilayah yang belum terlayani. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, menjelaskan Perumdam Tirta Kencana terus memperluas jaringan perpipaan untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih, dengan fokus pengembangan di wilayah yang belum terlayani. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda terus memperluas layanan air bersih dengan menargetkan seluruh masyarakat dapat menikmati akses air perpipaan dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, cakupan layanan telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan sekitar 15 persen wilayah yang belum terlayani menjadi fokus pengembangan jaringan distribusi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, usai menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II DPRD Kota Samarinda di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026).

Kaharuddin menjelaskan, sebagian besar wilayah yang belum memperoleh layanan air bersih berada di kawasan pinggiran kota yang hingga kini belum memiliki jaringan perpipaan.

“Cakupan layanan kami saat ini sekitar 85 persen. Wilayah yang belum terlayani umumnya berada di daerah-daerah ujung yang memang belum memiliki jaringan pipa,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu fokus utama pengembangan jaringan pada 2026 adalah Kecamatan Palaran. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kota Samarinda.

Ia menyebut bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jaringan air bersih mencapai sekitar Rp22 miliar. Ditambah dukungan anggaran dari pemerintah daerah, sebagian besar program pengembangan tahun ini dipusatkan di wilayah Palaran.

“Hampir 70 persen bantuan yang masuk tahun 2026 difokuskan untuk Palaran. Sosialisasi kepada masyarakat juga sudah kami lakukan sebagai persiapan pelaksanaan pekerjaan,” katanya.

Kaharuddin menambahkan, perluasan jaringan di kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah masyarakat yang memperoleh akses air bersih sekaligus mendukung pemerataan pelayanan di seluruh wilayah Samarinda.

Menanggapi harapan DPRD agar cakupan layanan air bersih dapat mencapai 100 persen dalam beberapa tahun mendatang, Perumdam Tirta Kencana menyatakan siap mengoptimalkan seluruh program yang telah disusun. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan teknis yang harus dihadapi.

Menurutnya, pembangunan jaringan menuju kawasan yang berjauhan membutuhkan investasi besar karena dipengaruhi kondisi geografis, kontur wilayah, serta jarak antarrumah penduduk yang cukup berjauhan.

“Kami terus berupaya mewujudkannya. Tantangannya ada pada pembangunan jaringan perpipaan, kondisi medan, dan kebutuhan anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Selain memperluas cakupan layanan, Perumdam Tirta Kencana juga berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Meski biaya operasional perusahaan meningkat, Kaharuddin memastikan hingga kini belum ada rencana menaikkan tarif air.

Ia mengungkapkan, kondisi keuangan perusahaan memang mengalami penurunan laba dibandingkan sebelumnya. Salah satu penyebab utama adalah meningkatnya biaya operasional akibat seringnya pemadaman listrik yang memaksa perusahaan mengoperasikan generator set (genset) berbahan bakar non-subsidi agar distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan.

“Kalau listrik padam, kami harus mengoperasikan genset. Itu tentu menambah biaya operasional perusahaan,” ungkapnya.

Meski demikian, Perumdam Tirta Kencana memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Perusahaan akan terus memperluas jaringan distribusi, meningkatkan keandalan pasokan air bersih, serta mengoptimalkan efisiensi operasional agar target perluasan layanan dapat tercapai tanpa membebani pelanggan melalui kenaikan tarif.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

1 Juli 2026 - 16:00 WITA

Perumdam Samarinda Fokus Optimalkan IPA Lama, Target Layani 3.500 Pelanggan Baru di Palaran

1 Juli 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH