Menu

Mode Gelap
Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong 200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial 12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

BERITA DAERAH · 1 Jul 2026 18:00 WITA ·

Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya


 Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menyoroti minimnya alokasi anggaran sektor pariwisata yang dinilai masih menjadi kendala utama dalam pengembangan destinasi wisata di Kota Samarinda. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menyoroti minimnya alokasi anggaran sektor pariwisata yang dinilai masih menjadi kendala utama dalam pengembangan destinasi wisata di Kota Samarinda. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menilai minimnya alokasi anggaran sektor pariwisata masih menjadi hambatan utama dalam mengembangkan destinasi wisata di Kota Tepian. Kondisi tersebut membuat program yang dijalankan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) masih didominasi kegiatan rutin, sehingga belum mampu menghadirkan objek wisata baru yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.

Pernyataan itu disampaikan Rusdi Doviyanto usai mengikuti rapat kerja Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama Disporapar di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026). Dalam rapat tersebut, DPRD mengevaluasi program kerja sekaligus pembahasan anggaran sektor kepemudaan, olahraga, dan pariwisata.

Rusdi Doviyanto mengatakan, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar pemerintah dapat menghadirkan inovasi dan membangun destinasi baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau anggarannya sangat kecil, yang bisa dilakukan hanya kegiatan rutin. Padahal, membangun destinasi wisata membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, Samarinda memang tidak memiliki banyak objek wisata alam seperti daerah lain. Karena itu, pemerintah harus lebih kreatif menggali potensi yang dimiliki serta memperkuat identitas pariwisata daerah agar memiliki daya saing.

Rusdi Doviyanto menilai keberadaan Teras Samarinda telah menjadi salah satu ikon baru yang berhasil menarik perhatian masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa wisatawan yang datang ke Samarinda juga membutuhkan pilihan destinasi lain agar lama tinggal mereka semakin panjang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

“Jangan sampai orang datang ke Samarinda hanya ke Teras Samarinda, lalu selesai. Kita harus punya lebih banyak pilihan destinasi,” katanya.

Ia juga menilai wisata kuliner saja belum cukup menjadi pembeda karena hampir seluruh daerah kini mengembangkan sektor tersebut. Menurutnya, Samarinda perlu membangun identitas wisata yang lebih kuat melalui pengembangan seni, budaya, dan kearifan lokal.

Salah satu potensi yang dinilai layak menjadi destinasi unggulan adalah Desa Budaya Pampang. Rusdi mengatakan, kekayaan budaya Dayak yang dimiliki kawasan tersebut memiliki daya tarik tinggi apabila dikelola secara profesional, didukung promosi yang berkelanjutan, serta dilengkapi fasilitas yang memadai.

Ia mencontohkan daerah seperti Yogyakarta dan Bali yang berhasil menjadikan budaya sebagai kekuatan utama sektor pariwisata. Wisatawan tidak hanya datang menikmati panorama, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Menurut Rusdi Doviyanto, atraksi budaya di Desa Budaya Pampang seharusnya dapat dikembangkan agar lebih sering ditampilkan, sehingga wisatawan yang datang di luar jadwal pertunjukan tetap dapat menikmati kekayaan budaya lokal.

Selain itu, ia meminta kejelasan mengenai pola pengelolaan kawasan Desa Budaya Pampang, apakah dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau melibatkan investor. Kepastian model pengelolaan tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat menentukan bentuk dukungan, baik melalui penguatan infrastruktur, promosi, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Rusdi Doviyanto berharap Pemerintah Kota Samarinda memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pariwisata dalam penyusunan anggaran mendatang. Menurutnya, dengan dukungan pendanaan yang memadai serta pengembangan destinasi berbasis budaya, sektor pariwisata berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan PAD Kota Samarinda.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar untuk Deteksi Dini Narkoba

20 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Anggaran Terpangkas, Layanan KB Gratis di Samarinda Terhenti Sementara

20 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH