KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan inklusif bagi para pekerja yang terlibat dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia. Melalui pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang mengedepankan prinsip responsif gender, Otorita IKN memastikan setiap penghuni, khususnya pekerja perempuan, memperoleh perlindungan dan rasa aman selama tinggal di kawasan tersebut.
Kebijakan itu diterapkan di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang menjadi tempat tinggal ribuan pekerja pembangunan IKN, mulai dari tenaga konstruksi, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga tenaga pendukung lainnya. Seluruh kawasan dikelola dengan sistem building management untuk memastikan pelayanan, keamanan, dan pengelolaan fasilitas berjalan secara profesional.
Selain menyediakan fasilitas penunjang seperti kantin, masjid, ruang terbuka hijau, dan taman, pengelolaan HPK juga dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh penghuni. Hingga saat ini, kawasan tersebut dihuni oleh 4.302 pekerja, terdiri dari 716 perempuan atau 16,6 persen dan 3.586 laki-laki atau 83,4 persen.
Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, mengatakan penerapan hunian yang responsif gender merupakan bagian dari komitmen Otorita IKN dalam membangun lingkungan kerja yang layak dan mendukung produktivitas seluruh pekerja.
“Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujar Cakra saat ditemui di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, penghuni HPK berasal dari berbagai daerah, profesi, dan latar belakang. Karena itu, sistem pengelolaan hunian dirancang agar seluruh penghuni memperoleh hak yang sama atas keamanan, kenyamanan, dan layanan selama tinggal di kawasan IKN.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja perempuan, Otorita IKN menyediakan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang tersedia di kawasan HPK. Seluruh tower tersebut berada di kawasan HPK 2 dan diperuntukkan bagi pekerja perempuan agar privasi tetap terjaga sekaligus meningkatkan rasa aman selama menghuni kawasan tersebut.
Tak hanya itu, petugas keamanan perempuan juga ditempatkan di area hunian perempuan sehingga pelayanan keamanan dapat dilakukan secara lebih optimal. Penempatan petugas kebersihan (housekeeping) pun disesuaikan berdasarkan gender dan area kerja.
Untuk memperkuat sistem keamanan, Otorita IKN memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis kawasan hunian. Selain itu, seluruh penghuni diwajibkan mematuhi tata tertib yang berlaku guna menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman.
Salah seorang petugas keamanan perempuan di HPK 2, Nirwana, mengatakan aturan yang diterapkan bertujuan menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman bagi seluruh penghuni perempuan.
“Laki-laki tidak boleh masuk ke tower perempuan tanpa didampingi petugas keamanan. Aturan ini dibuat agar penghuni merasa aman,” ujarnya.
Penerapan kebijakan tersebut juga mendapat apresiasi dari para penghuni. Salah satunya Sri, pekerja yang telah tinggal di kawasan HPK selama kurang lebih satu tahun.
Sri mengaku sejak pertama datang ke IKN dirinya langsung ditempatkan di tower khusus perempuan. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman karena area hunian tidak bercampur dengan penghuni laki-laki.
“Sejak awal saya ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman,” katanya.
Ia juga mengaku tidak pernah mengalami gangguan keamanan selama tinggal di kawasan HPK. Menurutnya, keberadaan petugas keamanan yang berjaga setiap saat serta sistem pengawasan melalui CCTV memberikan rasa tenang bagi seluruh penghuni.
“Petugas keamanan dan CCTV membuat kami merasa lebih aman selama tinggal di sini,” ungkap Sri.
Bagi para pekerja, rasa aman menjadi kebutuhan utama setelah menjalani aktivitas pembangunan yang padat setiap hari. Lingkungan hunian yang nyaman memungkinkan mereka beristirahat dengan baik sehingga dapat kembali bekerja secara optimal.
Melalui pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan kesetaraan, Otorita IKN ingin memastikan pembangunan Nusantara tidak hanya menghasilkan infrastruktur modern, tetapi juga menghadirkan lingkungan hidup yang manusiawi bagi para pekerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen membangun ibu kota baru yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan seluruh sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pembangunannya.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026












