Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

IKN NUSANTARA · 11 Sep 2026 11:00 WITA ·

Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla


 Otorita IKN bersama TNI/Polri, BMKG, BNPB, BIN, dan mitra terkait melakukan patroli udara menggunakan helikopter Caracal H225M, Kamis (10/9/2026), untuk memantau titik karhutla yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman dan operasi water bombing. Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Otorita IKN bersama TNI/Polri, BMKG, BNPB, BIN, dan mitra terkait melakukan patroli udara menggunakan helikopter Caracal H225M, Kamis (10/9/2026), untuk memantau titik karhutla yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman dan operasi water bombing. Foto: Humas Otorita IKN.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama TNI/Polri, BMKG, BNPB, BIN, dan sejumlah mitra terkait terus memperkuat upaya pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar IKN.

Upaya tersebut dilakukan melalui patroli udara menggunakan helikopter Caracal H225M, Kamis (10/9/2026). Helikopter berangkat dari Lanud TNI AU Dhomber, Sepinggan, Balikpapan, untuk memantau sejumlah lokasi yang sebelumnya telah dilakukan penanganan, baik melalui pemadaman dari darat maupun operasi water bombing.

Patroli udara dilakukan untuk memastikan titik-titik karhutla yang sebelumnya telah ditangani benar-benar dalam kondisi padam. Pemantauan juga diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya kembali asap maupun titik api, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

Dalam patroli tersebut, tim memantau sejumlah lokasi, di antaranya Jalan Tol Balikpapan–Samarinda KM 31, Wonotirto, Muara Jawa, serta kawasan Bukit Tengkorak yang mencakup Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Setelah seluruh titik dipantau, helikopter kembali ke Lanud TNI AU Dhomber.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan patroli udara menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi titik-titik yang sebelumnya telah ditangani sekaligus mengantisipasi munculnya kembali asap dan api.

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan kondisi di sejumlah lokasi masih dinamis. Di KM 31, misalnya, tidak lagi ditemukan asap. Namun, asap kembali terlihat di Wonotirto yang sebelumnya telah dinyatakan padam. Sementara di Muara Jawa, tim juga menemukan kemunculan asap baru.

“Di KM 31 sudah tidak ada asap. Tetapi di Wonotirto kembali muncul asap dan di Muara Jawa terlihat asap baru. Karhutla ini dinamis, tidak adanya asap bukan berarti sudah selesai,” ujar Danis.

Danis menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman. Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan, termasuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi meluas.

Karena itu, hasil patroli udara dan data dari berbagai instansi menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Jika ditemukan titik yang membutuhkan intervensi, penanganan dapat dilakukan melalui jalur udara maupun darat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Kami terus melakukan monitoring, pengamatan, dan tindakan. Berdasarkan data, penanganan dilakukan dari udara maupun darat, termasuk pembasahan,” kata Danis.

Otorita IKN bersama seluruh unsur terkait juga terus melakukan pembasahan pada lokasi-lokasi yang dinilai masih memiliki potensi munculnya kembali api. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah bara api kembali menyala setelah proses pemadaman dilakukan.

Selain pemantauan udara, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan setiap perkembangan karhutla dapat segera direspons. Sinergi tersebut melibatkan Otorita IKN, TNI/Polri, BMKG, BNPB, BIN, serta mitra terkait lainnya.

Otorita IKN menegaskan penanganan karhutla akan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan melalui kegiatan monitoring, pemadaman, pembasahan, serta koordinasi di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya titik api baru sekaligus menjaga wilayah IKN tetap aman dan terkendali.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026

 

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Bukit Tengkorak Disorot, Otorita IKN Temukan Dugaan Pembukaan Lahan

6 September 2026 - 09:00 WITA

10 Kali Water Bombing Digelar, Karhutla di Sekitar IKN Mulai Mereda

5 September 2026 - 17:30 WITA

Karhutla Mengancam IKN, Helikopter Caracal Disiapkan untuk Water Bombing

5 September 2026 - 09:00 WITA

OIKN Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Perusahaan Wajib Pulihkan Area Terdampak

4 September 2026 - 16:30 WITA

Cegah Karhutla Di Nusantara, OIKN Perkuat Edukasi Dan Kesiapsiagaan Masyarakat

4 September 2026 - 16:00 WITA

OIKN Perkuat Pengendalian Karhutla di Nusantara, Respons Lapangan Dibagi Tujuh Klaster

4 September 2026 - 15:30 WITA

Trending di IKN NUSANTARA