KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menertibkan 23 pelajar yang kedapatan berada di sejumlah tempat nongkrong dan warung kopi saat jam pelajaran di Tenggarong, Senin (28/9/2026).
Penertiban dilakukan sekitar pukul 09.00 WITA sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait pelajar yang meninggalkan sekolah pada waktu belajar. Patroli tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan rutin Satpol PP dalam menjaga ketertiban di wilayah Tenggarong.
Kasi Penyelidikan dan Penyidikan (P2) Satpol PP Kukar, Awang M. Indrawarman AF, mengatakan para pelajar yang terjaring berasal dari jenjang SMP hingga SMA dan ditemukan di beberapa lokasi tempat nongkrong.
“Patroli ini menindaklanjuti laporan warga terkait pelajar yang membolos,” kata Awang, Senin (28/9/2026).
Saat dilakukan penertiban, petugas menemukan sejumlah pelajar sedang bermain game, merokok, hingga menggunakan vape. Petugas juga mengamankan rokok dan vape dari lokasi penertiban.
Menurut Awang, keberadaan kafe dan tempat nongkrong yang semakin banyak membuat pengawasan perlu ditingkatkan, terutama pada jam pelajaran. Satpol PP juga menerima laporan mengenai pelajar yang masih nongkrong hingga malam bahkan dini hari di sejumlah tempat yang beroperasi selama 24 jam.
“Patroli akan semakin kami rutinkan, terutama pada jam pelajaran,” ujarnya.
Selain patroli, Satpol PP telah mengimbau pengelola kafe dan tempat nongkrong agar ikut mengawasi keberadaan pelajar serta tidak membiarkan mereka berada di lokasi pada waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar.
Para pelajar yang terjaring kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan membuat surat pernyataan. Pihak sekolah dipanggil untuk menindaklanjuti kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan orang tua masing-masing.
Awang berharap penertiban ini menjadi pembelajaran bagi para pelajar agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan bersama antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pengelola tempat nongkrong.
“Orang tua tentu kecewa karena sudah bersusah payah menyekolahkan anak,” pungkasnya.
Pewarta : Fairuzzabady Editor : Fairuzzabady @2026












