Menu

Mode Gelap
34 Mahasiswa KKN Tematik Rampungkan Pengabdian di IKN, Basuki Tekankan Pentingnya Belajar Menyelesaikan Masalah Benaya Rafael Warkey Sumbangkan Perunggu Untuk Kaltim Di Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 DPRD Samarinda Dorong PLTSa Berbasis Regional, Andriansyah Usulkan Lokasi Lebih Strategis Komisi I DPRD Samarinda Dorong Digitalisasi Layanan Publik, Tekankan Pelayanan Tatap Muka Tetap Diperlukan Sambut HUT Ke-81 RI, DPRD Samarinda Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga

SENI BUDAYA · 4 Okt 2023 12:35 WITA ·

Ritual Beumban, Begorok dan Rangga Titi Dalam Puncak Upacara Erau Adat Pelas Benua


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin menjalani prosesi ritual beumban pada pelaksanaan upacara puncak Erau Adat pelas Benua.(Foto : Awal) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin menjalani prosesi ritual beumban pada pelaksanaan upacara puncak Erau Adat pelas Benua.(Foto : Awal)

KutaiPanrita.id – Setelah upacara pelepasan rombongan pembawa naga ke Kutai Lama selesai, diselenggarakan sejumlah ritual di sekitar lingkungan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara.

Dimana ritual tersebut yaitu beumban, begorok, dan rangga titi. Keseluruhan ritual itu akan menjadi pendahuluan sebelum ritual belimbur dilaksanakan oleh segenap warga Kutai.

Dalam beumban, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI dibaringkan di atas sebuah kasur berbungkus kain kuning. Tubuh Sultan kemudian diselimuti dengan sehelai kain kuning. Sedangkan kepala Sultan menghadap ke arah utara dan kakinya berada di selatan.

Di atas tilam tersebut , diletakkan beberapa perlengkapan ritual seperti bantal, guling, penduduk atau paket sesajian serta lilin yang menyala di masing-masing sudut tilam, dan ritual itu berlangsung di Ruang utama keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Seorang sesepuh dari kalangan kerabat Kesultanan akan memimpin ritual tersebut, dengan mengambil bunga pinang dan mengusapkannya ke atas kain kuning yang dibentangkan oleh empat orang kerabat lainnya.

Bunga pinang  itu diusapkan dari kepala ke lutut sebanyak satu kali. Hal ini diulangi sebanyak dua kali dengan posisi Sultan menghadap ke kanan dan ke kiri. Selanjutnya, Sultan akan kembali telentang lalu duduk menghadap ke timur.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin menjalani prosesi ritual begorok pada pelaksanaan upacara puncak Erau Adat pelas Benua.(Foto : Awal)

Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan begorok. Pada ritual ini, Sultan duduk di atas balai bambu kuning  yang memiliki 41 tiang dan posisi Sultan menghadap ke timur. Di atas kepala Sultan, dibentangkan kain kirab tuhing yang kemudian akan dibolak-balikkan oleh dua orang pangkon sebanyak dua kali.

Kemudian Belian bini dan lakii akan mengucapkan mantra lalu melakukan ritual tepong tawar kepada Sultan. Selanjutnya memercikkan air keramat ke beberapa anggota tubuh Sultan dan Sultan akan mengerik kening serta alisnya dengan uang logam.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin menjalani prosesi ritual rangga titi pada pelaksanaan upacara puncak Erau Adat pelas Benua.(Foto : Awal)

Setelah melakukan ritual begorok kemudian dilanjutakan dengan prosesi  rangga titi. Dimana pada prosesi ini, Sultan dengan diiringi rombongan Kerabat akan menuju ke dermaga.

Prosesi ini kemudian dilanjutkan seperti rangkaian pada begorok. Sultan duduk di atas balai bambu, diapit oleh tujuh pangkon laki dan bini.

Dalam proses ini, belian laki mengucapkan mantra dan melakukan ritual tepong tawar. Sultan lalu memasukkan bunga pohon pinang ke dalam guci berisi air Kutai Lama.

Kemudian Sultan memercikkan air tersebut ke empat penjuru mata angin yang dilanjutkan dengan memercikkan air dengan tangannya kepada para kerabat serta hadirin, dan prosesi ini pun menjadi pertanda dimulainya ritual belimbur oleh segenap masyarakat.(adm_alf/ik)

Artikel ini telah dibaca 536 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dari Yogyakarta, Petala Borneo Promosikan Erau dan Bawa Musik Kutai ke Panggung Internasional

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

Gotong Royong Sambut Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Ketua Adat: Warisan Leluhur Harus Tetap Lestari

16 Juni 2026 - 12:00 WITA

FESTIVAL BUDAYA DAYAK KENYAH 2026

16 Juni 2026 - 09:00 WITA

Dari Mahakam ke Panggung Nasional, Achmad Fauzi Satukan Tingkilan dan Keroncong dalam “Rampak Jreng”

12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Simfoni Swara Nusantara Semarakkan KIPP IKN, Perpaduan Musik dan Budaya Hidupkan Suasana

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

Reog Ponorogo Semarakkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Kunjungi Ruang Publik Baru IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA