KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran melanda areal eks HGU PTPN 13 Tanjung Santan di Desa Bunga Putih, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (30/9/2026) malam. Hasil pengecekan di lapangan menemukan sejumlah titik api dan kobaran yang masih aktif di kawasan tersebut.
Informasi kebakaran diterima Panit Intelkam Polsek Marangkayu, IPDA Parsono, dari warga dan Kasi Trantib Kecamatan Marangkayu sekitar pukul 24.00 WITA. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi bersama Bhabinkamtibmas, Kasi Trantib, serta warga setempat.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi kebakaran sekaligus melihat kemungkinan penyekatan agar api tidak semakin meluas. Dari hasil pemantauan, titik api ditemukan di sejumlah bagian areal eks kebun PTPN 13 Tanjung Santan, terutama pada kawasan hutan bambu, semak belukar, dan lahan rawa gambut.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 150 hektare. Besarnya area yang terbakar serta kondisi medan menjadi kendala utama dalam upaya penanganan di lapangan.
Kawasan tersebut didominasi lahan gambut dan vegetasi bambu serta semak belukar. Selain sulit dijangkau, kondisi medan juga memiliki risiko terhadap keselamatan apabila dilakukan pemadaman secara langsung oleh warga.
“Lokasi cukup sulit dijangkau, sehingga pemadaman langsung terkendala,” demikian kondisi yang disampaikan dalam pengecekan di lapangan.
Petugas bersama warga selanjutnya melakukan pemantauan dan penyekatan secara terbatas pada bagian lokasi yang masih memungkinkan untuk dijangkau. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi api meluas ke area lain.
Kebakaran juga berpotensi menjalar ke areal kebun karet plasma Kelompok 2 yang dikelola masyarakat Desa Bunga Putih. Karena itu, pemantauan terhadap perkembangan titik api terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan petugas maupun warga.
Hingga kegiatan pengecekan selesai, belum dilakukan pemadaman secara langsung di titik-titik kebakaran karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau. Penanganan di lapangan lebih difokuskan pada pemantauan dan penyekatan di area yang dapat diakses.
Pewarta : Fairuzzabady Editor : Fairuzzabady @2026












