Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

BERITA DAERAH · 1 Des 2023 09:00 WITA ·

Pesona Kebudayaan Dayak Menarik Perhatian Wisatawan Dari Korea Selatan


 Pesona Kebudayaan Dayak Menarik Perhatian Wisatawan Dari Korea Selatan Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Kee Jungeum, seorang wisatawan asal korea selatan, membagikan kesan dan pengalamannya yang luar biasa terhadap kebudayaan Dayak di Kalimantan Timur.

Menurutnya, keindahan baju adat Dayak sangat memukau, dan proses pembuatannya juga dianggap sangat menarik.

“Saya kemarin ke big mall, dan di UNIQLO ada kolaborasi dengan tas khas Dayak,” ujarnya.

Dirinya menceritakan eksotisme budaya Dayak kenyah saat pertama kali menyaksikannya di desa wisata Pampang. Menurutnya kebudayaan seperti Dayak tidak ditemukan di negara lain.

“Saya sudah beberapa kali melihat tarian Dayak. Ketika pertama kali saya melihat di Desa Pampang, saya langsung terpikat. Musik dan akting yang disajikan membuat para penonton dapat fokus pada pertunjukan,” tambahnya.

Meskipun belum memiliki kesempatan untuk mempelajari kebudayaan Dayak secara langsung, Jungeum menyatakan minatnya untuk melakukannya di masa depan.Ia juga mengapresiasi Indonesia karena mampu menjaga tradisi dan budayanya.

“Saya suka cara orang-orang di sini menjaga tradisi dan budaya mereka. Contohnya, baju batik sering dipakai sehari-hari oleh semua orang Indonesia. Di Korea, meskipun ada baju tradisional ‘Hanbok’, namun jarang dipakai oleh banyak orang,” katanya.

Jungeum telah mengunjungi beberapa kota di Kalimantan Timur, seperti Tenggarong, Balikpapan, dan Panrita Lopi. Ia menyatakan bahwa preferensinya lebih kepada eksplorasi alam daripada mal-mal.

“Saya senang dan berharap alam di sini tetap dijaga dari dampak manusia,” ungkapnya.

Kee Jungeum memberikan gambaran positif tentang daya tarik budaya dan alam Kalimantan Timur, mencerminkan kekayaan Indonesia dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH