Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

IKN NUSANTARA · 4 Jul 2025 09:15 WITA ·

Menata Sepaku, Merawat Nusantara: Standar Tinggi Ditetapkan Sejak Awal


 Menata Sepaku, Merawat Nusantara: Standar Tinggi Ditetapkan Sejak Awal Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak ke fase-fase strategis dengan menekankan tidak hanya percepatan, tetapi juga kualitas, estetika, dan keberlanjutan. Melalui Pre-Construction Meeting (PCM) terintegrasi untuk sejumlah paket utama, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan kedisiplinan, tata kelola yang baik, serta perhatian terhadap lingkungan dan lanskap.

PCM ini bertujuan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terkait rencana kerja, potensi tantangan, dan langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum dimulainya pekerjaan di lapangan. Hal ini diharapkan dapat menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan guna menjamin kelancaran pelaksanaan proyek sesuai dengan target dan timeline yang telah direncanakan.

Terdapat dua paket pekerjaan utama yang menjadi fokus dalam PCM kali ini.

Paket pertama adalah Penataan Kawasan Sepaku, yang ruang lingkupnya meliputi pembangunan dua bangunan dan kawasan Pasar Sepaku, penataan koridor Sepaku sepanjang 1,5 km mulai dari SDN 004 Sepaku hingga SD IT Ma’arif, keduanya berada WP IKN Barat, serta pembangunan 10 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah deliniasi IKN.

Sementara itu, paket kedua adalah Penataan Kawasan Olahraga dan Ruang Terbuka Hijau, yang mencakup pembangunan nursery anggrek (orchid garden), rehabilitasi area glamping di KIPP 1A, pembangunan Pusat Riset Wanagama, serta pembangunan infrastruktur PSSI di KIPP 1B. Seluruh pekerjaan tersebut didanai melalui anggaran APBN Otorita IKN Tahun Anggaran 2025.

Dalam arahannya, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan, kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan, serta manajemen pelaksanaan konstruksi yang tertib.

“Saya akan kerasin. Batching plant yang masih mengotori jalan akan saya stop. Minimal dua bulan saya hentikan. Supaya penyedia jasa tahu bahwa kita serius soal kebersihan,” tegas Basuki.

Ia juga menyoroti praktik pengangkutan material konstruksi yang masih kurang memperhatikan keamanan dan ketertiban lalu lintas, terutama truk-truk dari quarry yang mengangkut tanah atau batu split.

“Saya tidak ingin melarang, tapi muatan tanah dan split itu harus ditutup terpal. Dari Sumbu Barat ke Sepaku itu banyak split tumpah di jalan. Tolong ini diperhatikan. Kita harus memberi contoh pembangunan yang tertib,” ujarnya.

Basuki juga meminta agar jalur-jalur menuju IKN, seperti tanjakan Polewali dijaga kebersihannya. Ia menekankan bahwa pembangunan IKN harus mencerminkan manajemen konstruksi yang terencana.

Isu kedua yang menjadi sorotan dalam PCM adalah aspek estetika lanskap, terutama dalam penanaman pohon. Kepala Otorita IKN menyampaikan keprihatinannya terhadap kualitas penanaman yang masih rendah dan tidak berkelanjutan.

Ia menekankan agar semua pohon yang telah ditanam diperiksa ulang. Banyak tanaman masih dibungkus karung atau plastik, yang menyebabkan akar tidak bisa berkembang dengan baik.

“Saya mohon dengan sangat, bongkar itu satu per satu, ambil karungnya, tanam lagi dengan benar. Jangan sampai dua tahun jadi sia-sia. Kalau tanamannya bagus, IKN bisa lebih rimbun,” tambahnya.

Basuki juga menyoroti bahwa pola penanaman di lapangan masih perlu dirapikan. Ia mencontohkan bahwa tanaman yang membutuhkan banyak air tidak boleh dicampur dengan yang tidak memerlukan air, karena keduanya memiliki kebutuhan tumbuh yang berbeda.

Kepala Otorita IKN menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa pekerjaan besar lainnya akan segera menyusul, termasuk 15 proyek multi-years yang akan dimulai dalam waktu dekat, seperti pembangunan jalan kawasan yudikatif, gedung legislatif, embung, dan infrastruktur kawasan lainnya.

“Jangan mengulur-ulur waktu. Yang paket-paket ini hanya sampai Desember. Mulai akhir Juni ini dilelangkan, nanti Agustus–September kita mulai kerjaan yang lebih rumit lagi,” pungkasnya.

Sumber : Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Serap Aspirasi Warga untuk Penataan Kawasan Penyangga, Masukan Dibuka hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

IKN Dipercaya Gelar Borneo Economic Forum 2027, Buka Peluang Investasi Regional

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

Peserta KRTJ ke-16 Saksikan Perkembangan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di IKN

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA