Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

BERITA DAERAH · 24 Okt 2025 10:15 WITA ·

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Kedua Remaja Tenggelam di Sungai Karang Mumus, Samarinda


 Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang remaja bernama Muhammad Fajar (18) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Karang Mumus, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Perbesar

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang remaja bernama Muhammad Fajar (18) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Karang Mumus, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Operasi pencarian terhadap seorang remaja bernama Muhammad Fajar (18) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Karang Mumus, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, kembali dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (24/10/2025). Hingga hari kedua pencarian, korban yang merupakan warga Jalan Kesehatan Dalam RT 31 itu masih belum ditemukan.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 16.00 WITA, saat korban bersama seorang rekannya berenang di Sungai Karang Mumus. Diduga karena arus sungai yang deras, korban terseret hingga ke tengah sungai, sementara rekannya tidak mampu memberikan pertolongan.
Mendapat laporan kejadian sekitar pukul 17.50 WITA, Pos SAR Samarinda segera mengerahkan satu tim lengkap beserta peralatan utama untuk menuju lokasi kejadian (LKP). Pencarian sempat dilakukan hingga malam hari, namun dihentikan sementara pada pukul 19.15 WITA karena kondisi gelap dan arus sungai yang kuat.

Memasuki hari kedua, Jumat (24/10/2025) pukul 07.00 WITA, seluruh unsur Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing di Posko SAR untuk menentukan strategi pencarian berdasarkan Rencana Operasi SAR (Renops) H.2.
Pukul 07.15 WITA, tim mulai bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Karang Mumus sejauh dua kilometer ke arah hilir dari titik awal diduga korban tenggelam.

Penyisiran dilakukan pada beberapa titik koordinat utama:

Titik A: 0°28’3.79″S – 117°10’4.30″E

Titik B: 0°28’29.11″S – 117°9’6.67″E

Titik C: 0°28’29.64″S – 117°9’7.06″E

Titik D: 0°28’4.29″S – 117°10’4.81″E

Metode pencarian dilakukan dengan dua teknik utama, yaitu penyisiran permukaan menggunakan rubber boat dan penyelaman terbatas pada area-area yang diduga memiliki potensi korban tersangkut di dasar sungai.

Dalam operasi ini, Basarnas melalui Pos SAR Samarinda mengerahkan sejumlah alat utama SAR (Alut SAR), meliputi:

1 unit Rescue Car

2 unit Rubber Boat (Basarnas dan BPBD)

Peralatan selam lengkap

Peralatan SAR air

Peralatan komunikasi

Peralatan medis lapangan

Adapun unsur yang terlibat antara lain:

Tim Rescue Pos SAR Samarinda (Basarnas)

Satpolairud Polresta Samarinda

Koramil Kota Samarinda

Polsek KP3 Pelabuhan Samarinda

BPBD Kota Samarinda

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda

Relawan Kota Samarinda

Keluarga korban

Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala alam, seperti arus sungai yang deras, dasar sungai berlumpur, dan vegetasi air yang padat di beberapa tikungan sungai.
Cuaca hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi juga menurunkan jarak pandang dan memperlambat proses penyisiran. Meski demikian, seluruh unsur tetap melanjutkan pencarian dengan sistem bergantian dan pengawasan ketat dari Pos Komando SAR di lokasi.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa fokus pencarian pada hari kedua difokuskan di sektor hilir yang memiliki potensi besar korban terbawa arus.

“Tim kami memulai pencarian sejak pagi dengan membagi sektor sejauh dua kilometer ke arah hilir. Arus di Sungai Karang Mumus cukup deras dan cuaca juga kurang mendukung, namun seluruh unsur tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban,” ujar Mardi.

Mardi menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta keluarga korban untuk memperluas area pencarian.

“Harapan kami, korban dapat segera ditemukan agar keluarga mendapat kepastian. Pagi tadi sempat tertunda karena hujan deras, namun operasi tetap kami lanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel,” tambahnya.

Hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil. Operasi akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan sesuai dengan prosedur operasi SAR yang berlaku.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2025
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH