Menu

Mode Gelap
Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong 200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial 12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

BERITA DAERAH · 20 Agu 2026 22:00 WITA ·

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal


 Basarnas Balikpapan bersama Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian Hermansyah (44), nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Tanjung Aru, Kabupaten Paser. Foto: Basarnas Kaltim. Perbesar

Basarnas Balikpapan bersama Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian Hermansyah (44), nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Tanjung Aru, Kabupaten Paser. Foto: Basarnas Kaltim.

KUTAIPANRITA.ID, PASER – Operasi pencarian terhadap Hermansyah (44), nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kembali dilakukan Tim SAR Gabungan, Kamis (20/8/2026).

Pencarian memasuki hari kedua setelah Hermansyah dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8/2026). Hingga operasi dihentikan sementara pada Kamis sore, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Koordinator Unit Siaga SAR, Riqi Efendi, mengatakan laporan mengenai hilangnya Hermansyah diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Laporan tersebut disampaikan Aipda Heri Tonda dari Polsek Tanjung Harapan.

Sebelum operasi SAR dilakukan, keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri. Dalam upaya tersebut, warga menemukan perahu milik korban berikut sejumlah alat tangkap berupa jaring. Namun, Hermansyah tidak ditemukan di sekitar lokasi.

“Korban masih belum ditemukan,” ujar Riqi.

Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melakukan briefing untuk mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya sekaligus menyusun strategi penyisiran. Tim kemudian melakukan pencarian di permukaan menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) dan perahu nelayan.

Pencarian juga diperluas ke bawah permukaan air dengan menerjunkan penyelam untuk memeriksa sejumlah titik yang dinilai berkaitan dengan lokasi hilangnya korban.

Sekitar pukul 08.50 Wita, tim melaksanakan penyelaman pada kedalaman sekitar 10 meter. Pencarian bawah air dilakukan dalam dua sorti dengan durasi masing-masing sekitar 30 menit di titik berbeda.

Pada penyelaman pertama, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian kemudian dilanjutkan pada sorti kedua hingga akhirnya tim menemukan bangkai kapal yang diduga merupakan milik Hermansyah di bawah permukaan air.

Meski menemukan bangkai kapal, petugas belum menemukan keberadaan korban di sekitar lokasi tersebut.

“Bangkai kapal ditemukan, korban belum,” kata Riqi.

Sekitar pukul 13.10 Wita, nelayan setempat turut membantu proses pengangkatan bangkai kapal. Pada saat bersamaan, unsur SAR lainnya tetap melakukan penyisiran di sekitar perairan menggunakan RBB dan perahu nelayan.

Pencarian terus berlangsung hingga sore dengan mengerahkan berbagai sarana yang tersedia. Namun, sampai pelaksanaan debriefing sekitar pukul 17.30 Wita, Hermansyah belum ditemukan.

Tim SAR kemudian menghentikan sementara operasi dan menempatkan seluruh unsur dalam kondisi siaga di Dermaga Tanjung Aru. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya berdasarkan hasil evaluasi dan rencana operasi SAR.

Dalam pencarian tersebut, Basarnas Balikpapan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Polsek Tanjung Aru, Posramil Tanjung Aru, Pemerintah Desa Tanjung Aru, Damkar Tanjung Aru, tokoh pemuda, masyarakat, serta keluarga korban.

Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan Rescue Car, RBB, 18 perahu nelayan, peralatan SAR air, perlengkapan selam, peralatan komunikasi, dan peralatan medis.

Riqi memastikan pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Hasil pencarian hari kedua, termasuk temuan bangkai kapal, akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian selanjutnya.

Hingga Kamis sore, Hermansyah masih dinyatakan hilang. Tim SAR Gabungan bersama masyarakat dan keluarga korban akan kembali menyisir perairan Tanjung Aru pada hari berikutnya untuk mencari keberadaan korban.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar untuk Deteksi Dini Narkoba

20 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Anggaran Terpangkas, Layanan KB Gratis di Samarinda Terhenti Sementara

20 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Wacana Guru PPPK Jadi ASN Pusat Disorot DPRD Samarinda, Kewenangan Daerah Jadi Perhatian

20 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH