Menu

Mode Gelap
Nusantara Dorong Transformasi Digital, Gandeng Perusahaan Teknologi AS Kembangkan Smart City Kasus ISPA Melonjak, Pemkab Kukar Alihkan Pembelajaran ke Rumah Berbeda Cara Beribadah, Warga Kukar Bersatu Memohon Hujan Kemarau Panjang, Warga Kukar Bersatu dalam Doa Memohon Turunnya Hujan Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN

IKN NUSANTARA · 5 Nov 2025 11:15 WITA ·

Bangun Masyarakat Sehat, Otorita IKN Tingkatkan Literasi Pencegahan HIV/AIDS di Nusantara


 Dihadiri oleh puluhan peserta, Workshop Pencegahan HIV/AIDS dilaksanakan di Ruang Serbaguna Kemenko 3, KIPP Nusantara, Senin (3/11/2025). Perbesar

Dihadiri oleh puluhan peserta, Workshop Pencegahan HIV/AIDS dilaksanakan di Ruang Serbaguna Kemenko 3, KIPP Nusantara, Senin (3/11/2025).

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat pembangunan manusia melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap isu kesehatan publik, Otorita IKN menyelenggarakan workshop pencegahan HIV/AIDS di Ruang Serbaguna Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Otorita IKN dalam menghadirkan ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat untuk berdiskusi langsung dengan tenaga medis mengenai isu kesehatan, khususnya penyakit menular. Workshop ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan sejak dini serta penghapusan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.

Acara menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kesehatan, yakni dr. Pratono, M.Epid. dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan dr. Jumria T. Panggalo, Sp.PD. dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sepaku. Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, yang turut mewakili Otorita IKN dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif terhadap bahaya penyakit menular seperti HIV/AIDS.

“Meskipun Otorita IKN tidak hanya berfokus pada edukasi masalah kesehatan HIV/AIDS, penyakit ini merupakan salah satu yang perlu kita waspadai. Karena itu, baik masyarakat maupun pemerintah harus memahami pentingnya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit menular,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, dr. Pratono mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang yang hidup dengan HIV (ODHIV).

“Dengan posisi Indonesia di peringkat ke-14, penting bagi kita untuk memperkuat sistem pengendalian HIV/AIDS, termasuk melalui proses screening kesehatan yang dapat dilakukan dengan dukungan lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI),” terang dr. Pratono melalui virtual meeting via aplikasi Zoom.

Dalam paparannya, dr. Jumria menggambarkan fenomena HIV/AIDS layaknya gunung es. Kasus yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari yang tersembunyi di bawah permukaan.

“Kalau saya mengibaratkan penyakit menular ini seperti gunung es. “Banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah membawa virus ini. Apalagi biasanya, hal ini terjadi pada fase-fase awal penyebaran virus ke dalam tubuh,” tutur dr. Jumria.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Otorita IKN untuk membangun Nusantara sebagai kota yang tidak hanya cerdas dan hijau, tetapi juga sehat dan tangguh secara sosial.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2025
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nusantara Dorong Transformasi Digital, Gandeng Perusahaan Teknologi AS Kembangkan Smart City

2 September 2026 - 13:00 WITA

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan

22 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal

20 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Penurunan Bendera di Nusantara Berlangsung Khidmat, Semangat Kebersamaan Jadi Pesan Utama

17 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Pengibaran Merah Putih di Nusantara, OIKN Tegaskan Pembangunan IKN Inklusif

17 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA