Menu ✖

Mode Gelap
Kardinal Ignatius Suharyo Kunjungi Gereja di IKN, Dipersiapkan Jadi Basilika Pertama di Indonesia Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

BERITA DAERAH · 2 Sep 2026 11:00 WITA ·

Kemarau Panjang, Warga Kukar Bersatu dalam Doa Memohon Turunnya Hujan


 Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, salat istisqa merupakan ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, salat istisqa merupakan ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Foto: Fairuzzabady.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ribuan masyarakat dari berbagai elemen di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkumpul di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026) pagi. Mereka melaksanakan salat istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Salat istisqa diikuti masyarakat umum, ASN, TNI-Polri, serta pelajar. Pada waktu yang sama, umat beragama lainnya juga turut memanjatkan doa dengan harapan hujan segera turun dan kondisi Kukar kembali aman.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di seluruh wilayah Kukar.

“Kita berharap hujan segera turun,” ujar Aulia.

Kemarau panjang telah menyebabkan kekeringan, keterbatasan air bersih, hingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya juga dirasakan petani karena pasokan air untuk persawahan berkurang.

Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan mengingatkan masyarakat agar doa dan ikhtiar juga diiringi dengan menjaga lingkungan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan.

“Jangan sampai ada yang membakar sembarangan,” tegasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Kukar terus memantau kualitas udara dan potensi karhutla. ISPU di sejumlah wilayah Kukar berada pada kisaran 100 hingga 150. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Pemantauan serta penanganan titik api juga terus dilakukan, termasuk di wilayah Samboja dan Muara Jawa. Titik api yang sebelumnya terdeteksi di dua kawasan tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Pemkab Kukar memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi karhutla dan dampak asap dari wilayah lain.

Salat istisqa dan doa bersama diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat ikhtiar, menjaga lingkungan, serta memohon agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kukar.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

16 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Soroti Rencana Pembangunan Rumah Sakit di Kawasan Resapan Air Samarinda

16 Oktober 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Penempatan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Minta Lokasi Satu Keluarga Didekatkan

15 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH