Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 2 Sep 2026 11:00 WITA ·

Kemarau Panjang, Warga Kukar Bersatu dalam Doa Memohon Turunnya Hujan


 Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, salat istisqa merupakan ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, salat istisqa merupakan ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Foto: Fairuzzabady.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ribuan masyarakat dari berbagai elemen di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkumpul di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026) pagi. Mereka melaksanakan salat istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Salat istisqa diikuti masyarakat umum, ASN, TNI-Polri, serta pelajar. Pada waktu yang sama, umat beragama lainnya juga turut memanjatkan doa dengan harapan hujan segera turun dan kondisi Kukar kembali aman.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di seluruh wilayah Kukar.

“Kita berharap hujan segera turun,” ujar Aulia.

Kemarau panjang telah menyebabkan kekeringan, keterbatasan air bersih, hingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya juga dirasakan petani karena pasokan air untuk persawahan berkurang.

Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan mengingatkan masyarakat agar doa dan ikhtiar juga diiringi dengan menjaga lingkungan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan.

“Jangan sampai ada yang membakar sembarangan,” tegasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Kukar terus memantau kualitas udara dan potensi karhutla. ISPU di sejumlah wilayah Kukar berada pada kisaran 100 hingga 150. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Pemantauan serta penanganan titik api juga terus dilakukan, termasuk di wilayah Samboja dan Muara Jawa. Titik api yang sebelumnya terdeteksi di dua kawasan tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Pemkab Kukar memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi karhutla dan dampak asap dari wilayah lain.

Salat istisqa dan doa bersama diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat ikhtiar, menjaga lingkungan, serta memohon agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kukar.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH