Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 16:15 WITA ·

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sebut Nilai Realisasi Anggaran Pendidikan 69 Persen Masih Sesuai Pola, Didominasi Gaji dan Kesejahteraan


 Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyebut bahwa struktur anggaran dinas tersebut memang didominasi oleh belanja rutin, seperti gaji dan tunjangan pegawai. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyebut bahwa struktur anggaran dinas tersebut memang didominasi oleh belanja rutin, seperti gaji dan tunjangan pegawai.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Realisasi anggaran Dinas Pendidikan Kalimantan Timur yang berada di angka sekitar 69 persen hingga periode terakhir dinilai masih dalam batas kewajaran. Penilaian tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, yang menyebut bahwa struktur anggaran dinas ini memang didominasi oleh belanja rutin seperti gaji dan tunjangan pegawai.

Menurut Agusriansyah, sektor pendidikan memiliki komposisi anggaran yang berbeda dengan dinas lain yang lebih banyak mengeksekusi program fisik. Gaji guru, tenaga kependidikan, serta Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) berjalan secara rutin setiap bulan dan menyumbang porsi terbesar dalam serapan anggaran.

“Di Dinas Pendidikan, belanja pegawai itu berjalan terus tiap bulan. Gaji tidak bisa ditunda, TPP juga pasti jalan. Itu sebabnya persentase serapannya relatif stabil,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).

Selain gaji dan TPP, komponen lain seperti Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) juga menjadi unsur penting dalam penyaluran anggaran pendidikan. Namun pencairan BOSDA dilakukan secara bertahap sehingga pada periode tertentu angkanya belum sepenuhnya tercatat dalam realisasi.

Agusriansyah memastikan bahwa pergerakan serapan anggaran sektor pendidikan biasanya sejalan dengan pola pembayaran bulanan serta jadwal distribusi BOSDA. Ia menilai tidak ada indikasi pelambatan berarti pada struktur anggaran dinas tersebut.

Menurutnya, angka 69 persen bukanlah indikator kinerja buruk, melainkan mencerminkan fakta bahwa sebagian belanja lainnya masih menunggu proses administratif seperti pencairan BOSDA tahap lanjutan.

 

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Teras Samarinda Bakal Diperluas hingga Tempekong, DPRD Dorong Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Mahakam

15 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Raperda Pencegahan Kebakaran Samarinda Masuk Tahap Harmonisasi, Damkar Bakal Diperkuat Kewenangannya

15 Oktober 2026 - 17:00 WITA

TPG Guru SDN Filial Loa Kumbar Terkendala Data, DPRD Samarinda Dorong Pemekaran Sekolah

15 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH