Menu ✖

Mode Gelap
Peduli Korban Kebakaran Muara Muntai, Kejari Kukar Bersama IAD dan PWI Salurkan Bantuan Otorita IKN Serap Aspirasi Warga untuk Penataan Kawasan Penyangga, Masukan Dibuka hingga 22 Oktober Operasi Sarang Narkoba di Balikpapan, Dua Orang Diduga Positif Saat Razia Tiga THM Polda Kaltim Sita 12,6 Kilogram Sabu di Samarinda, Pemasok Diburu Banjir Samarinda Terus Berulang, Abdul Rohim Desak Normalisasi Drainase Sebelum Musim Hujan

BERITA DAERAH · 25 Feb 2026 12:00 WITA ·

Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sekolah Inklusif


 Foto bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda dan rombongan SMA Negeri 13 Samarinda usai mengikuti dialog interaktif mengenai fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Foto bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda dan rombongan SMA Negeri 13 Samarinda usai mengikuti dialog interaktif mengenai fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi IV menerima kunjungan edukatif 45 pelajar dalam rangka memperdalam pemahaman tentang peran dan fungsi DPRD dalam sistem demokrasi, Rabu (25/2/2026). Kegiatan di Ruang Rapat Utama Lantai 2 itu dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti, didampingi Sekretaris Komisi IV Riska Wahyuningsih dan anggota lainnya.

Rombongan dipimpin Wakil Kepala Kesiswaan SMA Negeri 13 Samarinda, Sylvi Marini, bersama pengurus OSIS dan MPK SMA Negeri 13 Samarinda. Dialog berlangsung interaktif, membahas fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD.

Dalam sesi diskusi, pelajar menanyakan upaya DPRD memastikan sekolah dan fasilitas umum di Samarinda benar-benar inklusif, termasuk ketersediaan guru pendamping khusus.

Menanggapi hal itu, Sri Puji menjelaskan bahwa kebijakan sekolah inklusif berlandaskan regulasi nasional yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Daerah.

“Sekolah inklusif menggabungkan anak berkebutuhan khusus dengan siswa reguler. Maka guru pendamping, sarana prasarana, dan aksesibilitas wajib disiapkan,” ujarnya.

Ia mengakui implementasi di lapangan masih perlu pembenahan. “Standarnya masih dasar. Kita juga menunggu arah kebijakan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang sedang dibahas di DPR RI,” tambahnya.

Samarinda sendiri telah memiliki UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif di Batu Besaung. Namun, menurutnya, peningkatan kapasitas guru dan dukungan program pendidikan tinggi masih menjadi tantangan.

Selain sektor pendidikan, Komisi IV juga menyoroti fasilitas umum yang belum ramah disabilitas. “Idealnya lebar trotoar minimal dua meter. Faktanya masih banyak yang belum sesuai, bahkan tidak memiliki trotoar. Ini menjadi PR bersama,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, DPRD berharap para pelajar semakin memahami peran lembaga legislatif sekaligus mendorong terwujudnya Samarinda sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peduli Korban Kebakaran Muara Muntai, Kejari Kukar Bersama IAD dan PWI Salurkan Bantuan

12 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Banjir Samarinda Terus Berulang, Abdul Rohim Desak Normalisasi Drainase Sebelum Musim Hujan

11 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Jalan Ir Sutami Samarinda Rusak Dihantam Truk Berat, DPRD Dorong Relokasi Kawasan Pergudangan

11 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Antrean Pertalite Kian Panjang, Helmi Abdullah Desak Tambahan Kuota 510 Ribu KL Segera Direalisasikan

10 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Maswedi Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan Samarinda, Pencegahan Narkoba Jadi Perhatian

10 Oktober 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Parkir Digital Dibarengi CCTV, Keamanan Kendaraan Jadi Prioritas

10 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH