Menu

Mode Gelap
KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 13:00 WITA ·

Panen Padi Gogo di Muara Jawa Jadi Ajang Dialog Petani Dan Pemangku Kepentingan


 Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Panen bersama Padi Gogo di Muara Jawa, Kamis (9/4/2026), tidak hanya menjadi momen panen, tetapi juga ruang dialog antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha terkait masa depan pertanian di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kegiatan ini, para petani menyampaikan langsung berbagai aspirasi, mulai dari pengelolaan lahan hingga kebutuhan sarana produksi. Otorita IKN memanfaatkan momen tersebut untuk menyerap masukan dari masyarakat.

Perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur, Joko, menegaskan pengembangan pertanian di IKN akan mengedepankan konsep berkelanjutan. “Kami akan meminimalkan pupuk kimia dan mendorong penggunaan pupuk organik serta kompos. Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Panen ini juga merupakan hasil kolaborasi pengembangan Padi Gogo bersama Institut Pertanian Bogor, sekaligus mendorong pemberdayaan petani lokal.

Perwakilan Kelompok Wanita Tani Nauli, Diana, berharap adanya pendampingan bagi kelompoknya.
“Kami memohon bimbingan dalam pengelolaan lahan pekarangan agar KWT di Muara Jawa bisa lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Maju Sejahtera, Sarnu, menyampaikan kebutuhan utama petani.
“Kami memiliki lebih dari 400 anggota dengan lahan sekitar 400 hektare. Kebutuhan utama kami adalah alsintan dan pupuk,” ujarnya.

Selain itu, akses jalan menuju lahan pertanian juga menjadi perhatian karena berdampak pada produktivitas.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, pengembangan pertanian di kawasan IKN diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar

16 Juli 2026 - 11:00 WITA

Orang Tua Siswa Bangga Titipkan Anak di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN

11 Juli 2026 - 14:00 WITA

Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

11 Juli 2026 - 13:00 WITA

Angkatan Perdana SMA Taruna Nusantara IKN Mulai Tempati Kampus, Siap Cetak Pemimpin Masa Depan

10 Juli 2026 - 16:00 WITA

Hari Doa Nasional 2026 Ukir Sejarah di IKN, Ratusan Umat Kristiani Doakan Bangsa

6 Juli 2026 - 09:00 WITA

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan

26 Juni 2026 - 14:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA