KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Kartanegara yang digelar di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Sabtu (25/4/2026), berlangsung penuh semangat dan menjadi momentum penting konsolidasi partai hingga ke tingkat akar rumput.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga dimaknai sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi partai sekaligus mempersiapkan kekuatan menghadapi agenda politik 2029. Kehadiran perwakilan dari 20 kecamatan se-Kukar menunjukkan kesiapan struktur partai secara menyeluruh dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Suasana Musancab dikemas lebih dinamis dengan berbagai penampilan hiburan seperti seni, musik, hingga peragaan busana. Hal ini menciptakan atmosfer yang lebih cair sekaligus membangun energi positif di tengah forum konsolidasi.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas kader sebagai kunci utama kekuatan partai.
“Ada instruksi khusus kepada kader-kader agar tetap solid, merapatkan barisan, dan menyamakan langkah. Semangat yang dibangun adalah sama rasa dan sama asa. Ketika ada yang mengalami kesulitan harus dirasakan bersama, begitu juga saat ada kebahagiaan. Satu bergerak, semua bergerak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa arah konsolidasi partai berjalan pada dua fokus utama, yakni penguatan elektoral dan kerja-kerja kerakyatan.
“Pertama, konsolidasi elektoral menuju 2029, mulai dari penguatan organisasi, strategi pemenangan, persiapan caleg hingga kesiapan saksi. Kedua, konsolidasi kerja-kerja kerakyatan yang menjadi ruh perjuangan PDI Perjuangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ananda mengingatkan kader agar tetap peka terhadap kondisi masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang turut berdampak di daerah.
“Di tengah dampak ekonomi global yang dirasakan hingga ke daerah, termasuk penurunan APBD Kukar, kader PDI Perjuangan harus berani bersuara dan menghadirkan program-program yang tepat sasaran bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, Rendi Solihin, menyebut Musancab kali ini menjadi momentum penting dalam melakukan penyegaran struktur organisasi di tingkat kecamatan.
“Ini pertama kali dalam sejarah dilakukan penyegaran kepengurusan secara menyeluruh. Tujuannya untuk merefresh struktur PAC di 20 kecamatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses tersebut tetap menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi kader.
“Ada kepengurusan yang masih dipertahankan, namun ada juga yang diganti. Sejumlah kader dari PAC juga naik ke DPC, dan posisi diisi oleh kader baru yang mayoritas merupakan anak muda dari berbagai kecamatan,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran kader muda membawa semangat baru dan diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih adaptif serta menjangkau lebih luas lapisan masyarakat.
Rendi juga mendorong agar partai semakin terbuka dan inklusif, dengan menjadikan kantor DPC sebagai ruang bersama yang bisa dimanfaatkan berbagai kalangan, khususnya generasi muda sebagai pemilih potensial.
Ia menegaskan, penguatan kerja di tingkat akar rumput tetap menjadi fokus utama partai. Seluruh kader diminta aktif turun langsung ke masyarakat, membangun komunikasi, serta memahami persoalan secara nyata.
“Fokus utama bukan pada rivalitas politik, tetapi memperkuat basis akar rumput. Turun langsung ke masyarakat menjadi kunci, dengan menyapa dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang ada,” pungkasnya.
Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo Editor : Fairuzzabady @2026












