Menu

Mode Gelap
IKN Tanam 100 Pohon, Percepat Pemulihan Hutan Tahura Soeharto DPPKB Samarinda Perkuat Kampung KB, Fokus Hasil Nyata Tekan Stunting DPRD Samarinda Evaluasi Kampung KB, Anggaran Jadi Kunci Keberhasilan Bupati Kukar Tinjau Intake Bekotok, Proyek Air Bersih 250 Liter/Detik Tanpa Kenaikan Tarif Dirut Tirta Mahakam Beberkan Tantangan Air Bersih di Kukar, Siap Tambah Kapasitas

BERITA DAERAH · 28 Apr 2026 18:00 WITA ·

DPPKB Samarinda Perkuat Kampung KB, Fokus Hasil Nyata Tekan Stunting


 Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), terkait penguatan program Kampung KB agar berdampak nyata dalam menekan stunting dan persoalan sosial. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), terkait penguatan program Kampung KB agar berdampak nyata dalam menekan stunting dan persoalan sosial. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus mengarahkan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) agar lebih berorientasi pada hasil nyata di masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting dan persoalan sosial lainnya. Hal ini disampaikan Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), di Ruang Rapat Gabungan DPRD.

Dalam rapat tersebut, DPPKB bersama DPRD membahas evaluasi dan penguatan program Kampung KB yang sejak 2022 telah bertransformasi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

Deasy menegaskan, pendekatan program kini difokuskan pada intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kegiatan administratif.

“Program harus memberi dampak terukur, terutama dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Berbagai inisiatif pun dijalankan, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak, pemberdayaan lansia, hingga penguatan peran ayah dalam keluarga. Program tersebut diintegrasikan dengan pelayanan keluarga berencana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Saat ini, Kampung KB telah tersebar di 59 kelurahan di Samarinda dan menjadi ujung tombak edukasi perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan masalah sosial seperti KDRT dan anak putus sekolah.

Dalam waktu dekat, DPPKB juga akan menggelar gerakan serentak pencegahan stunting melalui ratusan Posyandu di seluruh wilayah kota.

“Target kunjungan ibu hamil, bayi, dan balita minimal 80 persen. Jika belum tercapai, akan dilakukan kunjungan langsung ke rumah warga,” jelasnya.

Menurut Deasy, partisipasi masyarakat dalam Posyandu menjadi kunci untuk mendeteksi dini masalah gizi anak sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, pengendalian penduduk tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Evaluasi Kampung KB, Anggaran Jadi Kunci Keberhasilan

28 April 2026 - 17:00 WITA

Bupati Kukar Tinjau Intake Bekotok, Proyek Air Bersih 250 Liter/Detik Tanpa Kenaikan Tarif

28 April 2026 - 16:00 WITA

Dirut Tirta Mahakam Beberkan Tantangan Air Bersih di Kukar, Siap Tambah Kapasitas

28 April 2026 - 15:00 WITA

Pansus LKPJ DPRD Samarinda Tinjau Perumdam, Kinerja dan PAD Jadi Sorotan

28 April 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Sosialisasi ke Pelaku Usaha

28 April 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Kombinasikan Metode Lapangan dan Digital

28 April 2026 - 12:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH