KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menilai bahwa kualitas tenaga kerja akan jauh lebih baik apabila labor suplai memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) sendiri.
Menurutnya, pelatihan sebelum penempatan merupakan faktor utama yang membedakan labor suplai profesional dengan pihak yang hanya bertindak sebagai perantara pendaftaran.
Agusriansyah menekankan bahwa perusahaan membutuhkan tenaga kerja siap pakai, sehingga proses pelatihan menjadi komponen penting yang tidak boleh diabaikan.
Labor suplai yang tidak memiliki fasilitas pelatihan dikhawatirkan hanya berperan menyalurkan calon pekerja tanpa memastikan kompetensi mereka.
“Labor suplai yang profesional itu yang punya BLK, karena mereka tidak hanya mendeliver pendaftar,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).
“Mereka membekali pelatihan terlebih dahulu. Ini yang membuat kualitas tenaga kerja terjamin,” sambungnya.
Ia mengatakan perusahaan seharusnya membuka ruang kerja sama dengan labor suplai yang telah memiliki sarana dan prasarana lengkap, termasuk fasilitas pelatihan, instruktur, dan kurikulum. Hal ini dinilai dapat membantu menekan angka pengangguran sekaligus memastikan kebutuhan industri terpenuhi secara tepat.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












