Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 24 Mei 2026 20:00 WITA ·

Aulia Rahman Basri Dorong Layanan Kesehatan Kukar Naik Kelas, Radioterapi hingga Labkesmas Segera Dikembangkan


 Aulia Rahman Basri memberikan keterangan terkait upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam meningkatkan layanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas rumah sakit, pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat, serta pemenuhan tenaga dokter di wilayah pedalaman, Minggu (24/5/2026). Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Aulia Rahman Basri memberikan keterangan terkait upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam meningkatkan layanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas rumah sakit, pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat, serta pemenuhan tenaga dokter di wilayah pedalaman, Minggu (24/5/2026). Foto: Fairuzzabady.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sektor kesehatan melalui pengembangan fasilitas rumah sakit, peningkatan layanan radioterapi, pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat, hingga pemenuhan tenaga dokter di wilayah terpencil.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, usai melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia terkait pengembangan layanan kesehatan di Kukar.

Aulia mengatakan, salah satu pembahasan utama dalam audiensi tersebut adalah penguatan layanan radioterapi di Rumah Sakit A.M. Parikesit. Saat ini, rumah sakit tersebut menjadi satu-satunya rumah sakit di Kukar yang memiliki fasilitas radioterapi bagi pasien kanker.

“Harapan kami, antrean pasien radioterapi bisa berkurang,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini pasien yang membutuhkan layanan radioterapi harus menunggu cukup lama di RSUD Abdul Wahab Sjahranie dengan waktu tunggu yang bisa mencapai tiga bulan.

Dengan hadirnya layanan radioterapi di Kukar, masyarakat khususnya para penyintas kanker diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus menunggu terlalu lama di rumah sakit provinsi.

Selain pengembangan radioterapi, Pemkab Kukar juga mendapatkan dukungan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) terintegrasi dari pemerintah pusat.

Aulia menjelaskan, pemerintah daerah akan menyediakan lahan pembangunan, sementara gedung laboratorium dan perlengkapannya akan dibangun oleh Kementerian Kesehatan. Pembangunan Labkesmas tersebut direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

“Labkesmas ini akan menjadi laboratorium kesehatan terpadu di Kukar,” katanya.

Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut nantinya dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk terlibat sebagai tenaga kesehatan profesional.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Kukar juga membahas persoalan kekurangan dokter di sejumlah wilayah pedalaman. Saat ini masih terdapat dua puskesmas yang belum memiliki dokter, yakni Puskesmas Tabang dan Puskesmas Muara Uwis.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah berencana melakukan perekrutan tenaga dokter melalui mekanisme pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami segera mengeksekusi solusi untuk kekurangan dokter,” tegas Aulia.

Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga mendorong agar Rumah Sakit A.M. Parikesit dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan regional bagi sejumlah kabupaten dan kota di sekitar Kukar.

Menurut Aulia, saat ini RS Parikesit telah berstatus rumah sakit kelas B, namun masih membutuhkan tambahan dokter subspesialis dan sejumlah peralatan medis penunjang agar kompetensi layanan semakin meningkat.

Ia menyebut pemerintah pusat telah berkomitmen membantu pemenuhan kebutuhan tenaga subspesialis serta fasilitas kesehatan yang masih kurang di Kukar.

“Kami ingin layanan kesehatan Kukar bisa menyaingi rumah sakit provinsi,” ucapnya.

Aulia menegaskan, seluruh pengembangan tersebut dilakukan agar masyarakat Kukar bisa mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa harus keluar daerah. Pemkab Kukar juga memastikan program berobat gratis menggunakan KTP tetap berjalan dan terus diintegrasikan dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Selain bekerja sama dengan rumah sakit dalam negeri, Pemkab Kukar juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit luar negeri untuk penanganan pasien dengan kondisi tertentu yang membutuhkan layanan lebih lanjut.

“Harapan kami, seluruh persoalan kesehatan masyarakat bisa diselesaikan di Kukar,” tutupnya.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH