Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

BERITA DAERAH · 18 Sep 2026 19:00 WITA ·

AMSI Kaltim Bersama Kedubes AS, Bahas Perkembangan AI, dan Kepercayaan Media


 AMSI Kaltim Bersama Kedubes AS, Bahas Perkembangan AI, dan Kepercayaan Media Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, BALIKPAPAN – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, begitu kompleks saat ini, diperlukan edukasi kepada publik, dalam pemanfaatannya.

Kompleksitas ini juga terjadi di media mainstream dalam penggunaan AI. Diakui, bahwa AI dapat memudahkan pekerjaan seseorang khususnya, di media informasi.

Meski demikian, AI tidak dapat digunakan secara mentah tanpa verifikasi untuk menyesuaikan fakta dan akurasi sebuah informasi.

Pembahasan ini, menjadi diskusi menarik, disaat Maxwell Scott, seorang Pakar dan Penasehat Tata Kelola dan Kecerdasan Buatan (AI) dari Amerika, menjelaskan terkait penggunaan AI dalam media mainstream.

Maxwell mengatakan, beberapa hal perlu penjelasan disaat menggunakan AI, untuk menjelaskan produk AI atau bukan. “Media pemberitaan dapat saja menggunakan AI, namun perlu penjelasan, sebagai produk AI,” ungkap Maxwell.

Hal ini disampaikan disaat diskusi Kedutaan Besar Amerika Serikat bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung di hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Maxwell, media yang bertahan adalah media yang menjaga kreativitas dan menjaga kepercayaan publik, dengan menyajikan fakta-fakta sebuah informasi.

Dia menegaskan, penggunaan AI dapat memudahkan kerja-kerja media, namun tetap mengedepankan akurasi dan verifikasi kebenaran sebuah berita akan disajikan, dengan situasi selalu berbeda.

Sementara, Katherine Jernigan, Public Diplomacy Officer Kedubes AS, menyampaikan rasa terima kasih atas diskusi atau kunjungannya ke AMSI Kaltim.

Dia katakan, teknologi AI mengalami perkembangan pesat, dan terus berbenah. Diperlukan edukasi dalam penggunaanya, dan beberapa aplikasi AI dapat digunakan untuk kemudahan pekerjaan dalam peningkatan produktifitas.

Adapun Ketua AMSI Kaltim, Ahmad Yani mengapresiasi kunjungan Kedubes AS ini, di AMSI Kaltim, dan merupakan penghargaan besar bagi AMSI Kaltim.

“Selain, kunjungan ini, kami banyak mendapat informasi terkait penggunaan AI, dalam produk pemberitaan. Diskusinya juga menarik,” kata Ahmad Yani.

Dia berharap, kedepan AMSI Kaltim terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait perkembangan AI. “Bagi kami juga sangat penting diskusi ini, agar dapat meng-upgrade perkembangan AI, utamanya terhadap media,” harapnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran

6 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda

6 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Program KB Gratis Sepi Peminat di Samarinda, DPRD Soroti Lemahnya Sosialisasi

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH