Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 19:15 WITA ·

Asisten Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Wartawan, PWI Kecam Tindakan Tersebut


 Asisten Pribadi Gubernur Kaltim yang diduga mengintimidasi wartawan. Dokumentasi/ istimewa Perbesar

Asisten Pribadi Gubernur Kaltim yang diduga mengintimidasi wartawan. Dokumentasi/ istimewa

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Seorang asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjadi sorotan setelah diduga mengintimidasi seorang wartawan saat sesi wawancara di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/7/2025). Insiden tersebut terekam kamera dan viral di media sosial, memicu kecaman dari kalangan jurnalis.

Kejadian bermula usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kaltim dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YLBKD) di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, terkait kerja sama lingkungan hidup periode 2025–2030.

Dalam sesi doorstop usai acara, wartawan menanyakan alasan ketidakhadiran Gubernur Rudy Mas’ud dalam rapat paripurna DPRD Kaltim yang digelar pada hari yang sama. Pertanyaan tersebut kemudian disela oleh seorang ajudan perempuan yang beberapa kali mengatakan “sudah selesai” dengan nada tinggi, bahkan terdengar mengucapkan “tandai, tandai” kepada wartawan yang bertanya.

Meski diintervensi, Gubernur tetap memberikan tanggapan singkat kepada awak media. Namun, usai wawancara, dua Aspri laki-laki dan perempuan mendatangi wartawan dan meminta identitas serta asal medianya. Wartawan yang bersangkutan menjawab dengan tenang dan menegaskan bahwa pertanyaannya relevan dan menyangkut kepentingan publik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, mengecam tindakan yang dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik.

“Kalau pertanyaannya menyangkut tugas dan kewenangan publik, tidak ada alasan untuk dihalangi. Kalau pun tidak ingin menjawab, sampaikan secara elegan, bukan dengan intimidasi,” tegasnya dalam keterangan pers, Selasa (22/7/2025).

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara pejabat publik dan media.

“Gubernur seharusnya merangkul media, bukan menjauhi. Wartawan bekerja berdasarkan etika dan kode jurnalistik,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Gubernur Kaltim maupun jajarannya terkait insiden tersebut. Sejumlah organisasi pers juga tengah menyiapkan langkah untuk mengawal kasus ini sebagai upaya menjaga kebebasan pers di daerah. (*)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Teras Samarinda Bakal Diperluas hingga Tempekong, DPRD Dorong Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Mahakam

15 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Raperda Pencegahan Kebakaran Samarinda Masuk Tahap Harmonisasi, Damkar Bakal Diperkuat Kewenangannya

15 Oktober 2026 - 17:00 WITA

TPG Guru SDN Filial Loa Kumbar Terkendala Data, DPRD Samarinda Dorong Pemekaran Sekolah

15 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH