Menu

Mode Gelap
Ahmad Yani Raih Indonesia People’s Choice Award 2026, Dinilai Inspiratif Perjuangkan Aspirasi Rakyat Pulang ke Tenggarong, Rita Widyasari: “Saat Ini Saya Ingin Bersama Keluarga” OIKN Perkuat Upaya Cegah Stunting, Siapkan Generasi Sehat untuk Masa Depan Nusantara OIKN Hadir di IEES 2026 Balikpapan, Perkenalkan Progres Pembangunan Nusantara dan Peluang Investasi KAHMI Kukar Gelar Rakerda, Satukan Program dan Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 8 Jul 2025 11:15 WITA ·

Bahasa Daerah Beragam, Disdikbud Kukar Libatkan Ahli Bahasa Susun Materi Ajar


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan silabus muatan lokal yang mendukung pembelajaran holistik bagi guru-guru sekolah dasar. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan silabus muatan lokal yang mendukung pembelajaran holistik bagi guru-guru sekolah dasar. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Penyusunan silabus muatan lokal di Kutai Kartanegara (Kukar) tak bisa dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, bahasa daerah seperti Bahasa Kutai memiliki banyak variasi yang berbeda antarwilayah, sehingga memerlukan keterlibatan para ahli bahasa dalam proses perancangannya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Thauhid Afrilian Noor, saat memberikan keterangan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Silabus Muatan Lokal yang digelar di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Senin (7/7/2025).

Menurut Thauhid, penyusunan materi ajar Bahasa Kutai merupakan pekerjaan yang cukup kompleks karena harus menyesuaikan dengan keragaman dialek di masing-masing kecamatan.

“Bahasa Kutai di Sebulu itu beda dengan di Muara Muntai, beda juga dengan Kenohan. Karena itu kami harus libatkan ahli bahasa agar tidak salah dalam menyusun,” ujarnya.

Thauhid mengungkapkan bahwa buku Bahasa Kutai sebelumnya pernah diterbitkan, namun karena ada kendala teknis dan kebutuhan penyesuaian, pihaknya kini tengah melakukan penyusunan ulang. Tidak hanya itu, disiapkan pula kamus khusus sebagai pelengkap dalam proses pembelajaran.

Ia menekankan bahwa proses penyusunan ini tidak bisa terburu-buru. Perbedaan materi antara jenjang SD dan SMP juga harus diperhatikan dengan cermat.

“Kelas 1 itu materinya beda dengan kelas 2, dan seterusnya. Semua harus dirancang dengan benar supaya anak-anak mudah paham. Jadi memang butuh waktu dan perencanaan yang matang,” jelas Thauhid.

Selain kompleksitas konten, Thauhid juga mengingatkan bahwa buku ajar muatan lokal tidak boleh dibebankan kepada siswa. Pemerintah daerah berkomitmen mencetak dan mendistribusikan buku tersebut secara gratis ke seluruh sekolah.

Dengan keterlibatan para ahli dan pendekatan berbasis wilayah, Disdikbud Kukar berharap materi ajar muatan lokal benar-benar mencerminkan kekayaan budaya dan bahasa daerah, sekaligus mudah dipahami oleh peserta didik di setiap jenjang.

“Mau etamkan bahasa Kutai tetap eksis makanya kami polah bagaimanapun caranya supaya bisa terwujud,” pungkas Thauhid. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ahmad Yani Raih Indonesia People’s Choice Award 2026, Dinilai Inspiratif Perjuangkan Aspirasi Rakyat

13 Juni 2026 - 11:00 WITA

Pulang ke Tenggarong, Rita Widyasari: “Saat Ini Saya Ingin Bersama Keluarga”

12 Juni 2026 - 21:00 WITA

KAHMI Kukar Gelar Rakerda, Satukan Program dan Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

12 Juni 2026 - 16:00 WITA

Dari Mahakam ke Panggung Nasional, Achmad Fauzi Satukan Tingkilan dan Keroncong dalam “Rampak Jreng”

12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Achmad Sukamto, Politisi Senior Golkar yang Konsisten Mengawal Aspirasi Warga Samarinda

12 Juni 2026 - 14:00 WITA

Konvensi Media Siber di Samarinda Bahas Tantangan Industri Pers, Hadirkan Empat Narasumber Nasional

12 Juni 2026 - 10:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH