KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (8/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan birokrasi sekaligus peningkatan pelayanan publik di Kukar.
Sebanyak 19 pejabat resmi dilantik, terdiri dari 18 pejabat struktural dan satu pejabat fungsional. Para pejabat yang dilantik berasal dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat eselon III, hingga pejabat pengawas eselon IV.
Dalam sambutannya, Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi bagian dari langkah memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik memahami tugas pokok dan fungsi di masing-masing bidang agar program pemerintah daerah dapat berjalan maksimal.
“Jabatan adalah amanah dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Aulia.
Pada kesempatan tersebut, Aulia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Program berobat gratis menggunakan KTP dipastikan tetap berjalan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menanggung iuran BPJS Kesehatan kelas III bagi masyarakat Kutai Kartanegara. Karena itu, warga diminta memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Selain menjamin pembiayaan BPJS, Bupati Kukar juga mendorong puskesmas dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS agar memberikan pelayanan selama 24 jam. Ia menilai pelayanan kesehatan harus tersedia kapan saja karena kondisi sakit dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Orang sakit tidak mengenal waktu, jadi pelayanan kesehatan juga harus siap setiap saat,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang masih mengalami kendala layanan BPJS, Aulia meminta agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, maupun petugas Puskesos yang telah disiapkan Pemkab Kukar di setiap wilayah.
Di sisi lain, Pemkab Kukar juga terus menjalankan sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan ASN. ASN yang masuk dalam kategori penilaian terbaik akan mengikuti proses seleksi sesuai bidang masing-masing.
Aulia menjelaskan proses seleksi dilakukan secara profesional dengan melibatkan praktisi, akademisi, hingga tenaga ahli sesuai sektor jabatan yang akan diisi. Misalnya pada bidang kesehatan, tim seleksi akan melibatkan praktisi rumah sakit dan dewan pengawas rumah sakit, sedangkan sektor pertanian akan melibatkan ahli dan praktisi pertanian.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar seluruh program dedikasi Kukar Idaman Terbaik dapat dijalankan secara optimal oleh organisasi perangkat daerah serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo Editor : Fairuzzabady @2026












