KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menghadiri acara Kaseh Selamat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Sri Paduka Sultan Adji Muhammad Arifin. Acara tersebut berlangsung khidmat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (9/2/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, serta masyarakat.
Dalam keterangannya, Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun Sultan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga pengingat akan peran strategis Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, institusi kesultanan bukan sekadar penjaga adat dan tradisi, melainkan juga berperan sebagai penjaga moral, marwah, serta nilai-nilai etika di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Kesultanan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya dalam menjaga adat istiadat, tetapi juga dalam menjaga moral dan marwah daerah. Bahkan, kesultanan turut berkontribusi dalam menjaga roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.
Ia menegaskan bahwa Kutai Kartanegara merupakan tanah yang menjunjung tinggi adat dan budaya. Oleh karena itu, di usia ke-75 tahun Sultan Adji Muhammad Arifin, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama mendoakan agar Sultan senantiasa diberikan umur panjang, kesehatan, kekuatan, serta kemampuan dalam menjalani amanah sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Kita juga mendoakan agar Ayahanda Sultan selalu diberikan kebijaksanaan dalam memimpin dan mengemban amanah, serta terus menjadi teladan dalam menjunjung adat istiadat, moral, dan etika di Kutai Kartanegara,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Aulia Rahman Basri turut menyinggung terbitnya surat keputusan dari Kementerian Pariwisata yang menetapkan Upacara Erau Adat Kutai sebagai bagian dari Kalender Event Nasional. Ia menilai penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan sekaligus perhatian nasional terhadap kekayaan adat dan budaya Kutai Kartanegara.
Menurut Aulia, masuknya Erau ke dalam kalender event nasional diharapkan dapat meningkatkan atensi dan dukungan dari berbagai pemangku kebijakan, sehingga pelaksanaan Erau ke depan benar-benar memiliki nilai tinggi dan mampu menampilkan kekuatan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.
“Kita berharap dengan atensi nasional ini, Erau yang akan kita persembahkan nantinya benar-benar memiliki value yang tinggi, baik dari sisi pelestarian budaya maupun dampaknya bagi daerah,” pungkasnya.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026












