Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Berangkatkan Tujuh Putra Daerah ke Universitas Brawijaya Lewat Beasiswa Penuh DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

BERITA DAERAH · 13 Feb 2026 21:00 WITA ·

Di Tengah Era Viral, Pers Diminta Tetap Independen dan Jaga Kepercayaan Publik


 Suasana diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, mengangkat tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”. Foto: Herdiansyah Perbesar

Suasana diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, mengangkat tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”. Foto: Herdiansyah

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menegaskan pentingnya independensi jurnalis di tengah derasnya arus informasi dan maraknya konten viral di media sosial.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, dengan tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”

Menurut Abdurrahman, wartawan harus tetap profesional dan tidak berpihak pada kepentingan tertentu selain kepentingan masyarakat. Ia menekankan, kebebasan pers bukan tanpa batas, melainkan disertai tanggung jawab moral dan kode etik.

“Kebebasan pers harus dijalankan secara bertanggung jawab. Independensi menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris SMSI Kaltim, Yakub Anani, menilai pers dan media sosial tidak harus dipertentangkan. Media sosial unggul dalam kecepatan penyebaran informasi, namun tidak selalu melalui proses verifikasi seperti jurnalistik.

“Viral belum tentu valid, valid belum tentu viral,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang SKDI Diskominfo Samarinda, Dhanny Rakhmadi, menilai ruang digital masih minim instrumen pengaturan dan sangat dipengaruhi algoritma serta perilaku pengguna. Ia mengingatkan, fenomena buzzer dan arus opini di media sosial berpotensi memengaruhi situasi politik maupun keamanan.

Diskusi ini menjadi refleksi bahwa di tengah era viral dan krisis kepercayaan, profesionalisme, verifikasi, dan etika jurnalistik tetap menjadi kunci menjaga kualitas informasi serta kepercayaan publik.

 

Pewarta : Herdiansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal

23 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver

23 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak

23 Juli 2026 - 16:00 WITA

Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

23 Juli 2026 - 15:00 WITA

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH