Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 29 Apr 2026 14:00 WITA ·

Disdag Samarinda Siapkan Layanan Pengaduan, Distribusi Kios Pasar Pagi Terus Dikebut


 Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani (Yama), memberikan keterangan terkait penataan dan distribusi kios Pasar Pagi serta mekanisme pengaduan bagi pedagang. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani (Yama), memberikan keterangan terkait penataan dan distribusi kios Pasar Pagi serta mekanisme pengaduan bagi pedagang. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani (Yama), memastikan penataan dan distribusi kios Pasar Pagi terus berjalan, disertai penyediaan mekanisme pengaduan bagi pedagang. Hal itu disampaikannya usai rapat hearing bersama Komisi II DPRD Samarinda di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD, Rabu (29/4/2026).

Yama menjelaskan, Disdag membuka ruang khusus bagi pedagang untuk menyampaikan keluhan, guna memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran dan sesuai arahan pemerintah kota. “Kami siapkan ruang pengaduan untuk pedagang,” ujarnya.

Ia menyebut, proses penataan dilakukan bertahap melalui verifikasi data sejak 16 April 2026 dan penerbitan SK pada 21 April 2026. Pada tahap kelima, Disdag telah merilis 129 kios untuk didistribusikan. “Pengundian dijadwalkan ulang awal pekan depan,” jelasnya.

Menurut Yama, kios yang belum ditempati bukan berarti kosong, melainkan karena pedagang belum mengambil kunci. Sebelumnya, Disdag juga telah menarik 59 kios dari pedagang yang tidak memanfaatkan haknya. “Jika tiga kali dipanggil tidak datang, kios akan dialihkan,” tegasnya.

Dari total sekitar 2.400 kios, baru sekitar 1.500 yang terisi, sementara 900 lainnya belum dimanfaatkan. Kondisi ini diduga dipengaruhi faktor seperti keterbatasan modal pedagang.

Disdag juga akan kembali menyurati pedagang yang belum mengambil kios. Jika tidak ada respons, kios tersebut akan dialihkan kepada pedagang lain yang siap berjualan.

Selain itu, Yama menyoroti pedagang yang berjualan di luar area pasar meski telah mendapat lapak, sehingga mengganggu ketertiban. “Ada yang sudah dapat kios, tapi tidak ditempati,” ungkapnya.

Untuk menertibkan kondisi tersebut, Disdag menerapkan tahapan teguran hingga penindakan sesuai prosedur. Sementara terkait sejumlah blok yang masih sepi, Yama menilai hal itu karena distribusi kios belum tuntas. “Proses masih berjalan, belum bisa disimpulkan,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Disdag berharap penataan Pasar Pagi segera rampung, sehingga aktivitas perdagangan kembali normal dan memberikan kepastian bagi para pedagang di Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH