Menu

Mode Gelap
Dua Investor Teken PKS di IKN, Investasi Rp1,2 Triliun Siap Bangun Kawasan Komersial Disdik Kukar Tunggu Legal Opinion, Ribuan Guru Non-ASN Belum Terima Insentif DPRD Kukar Targetkan Insentif Guru Honorer Cair Pekan Depan, TPP Nakes Disesuaikan Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif 600 Pelajar IKN Diedukasi Stunting dan Kesehatan Reproduksi

BERITA DAERAH · 29 Apr 2026 14:00 WITA ·

Disdag Samarinda Siapkan Layanan Pengaduan, Distribusi Kios Pasar Pagi Terus Dikebut


 Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani (Yama), memberikan keterangan terkait penataan dan distribusi kios Pasar Pagi serta mekanisme pengaduan bagi pedagang. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani (Yama), memberikan keterangan terkait penataan dan distribusi kios Pasar Pagi serta mekanisme pengaduan bagi pedagang. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani (Yama), memastikan penataan dan distribusi kios Pasar Pagi terus berjalan, disertai penyediaan mekanisme pengaduan bagi pedagang. Hal itu disampaikannya usai rapat hearing bersama Komisi II DPRD Samarinda di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD, Rabu (29/4/2026).

Yama menjelaskan, Disdag membuka ruang khusus bagi pedagang untuk menyampaikan keluhan, guna memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran dan sesuai arahan pemerintah kota. “Kami siapkan ruang pengaduan untuk pedagang,” ujarnya.

Ia menyebut, proses penataan dilakukan bertahap melalui verifikasi data sejak 16 April 2026 dan penerbitan SK pada 21 April 2026. Pada tahap kelima, Disdag telah merilis 129 kios untuk didistribusikan. “Pengundian dijadwalkan ulang awal pekan depan,” jelasnya.

Menurut Yama, kios yang belum ditempati bukan berarti kosong, melainkan karena pedagang belum mengambil kunci. Sebelumnya, Disdag juga telah menarik 59 kios dari pedagang yang tidak memanfaatkan haknya. “Jika tiga kali dipanggil tidak datang, kios akan dialihkan,” tegasnya.

Dari total sekitar 2.400 kios, baru sekitar 1.500 yang terisi, sementara 900 lainnya belum dimanfaatkan. Kondisi ini diduga dipengaruhi faktor seperti keterbatasan modal pedagang.

Disdag juga akan kembali menyurati pedagang yang belum mengambil kios. Jika tidak ada respons, kios tersebut akan dialihkan kepada pedagang lain yang siap berjualan.

Selain itu, Yama menyoroti pedagang yang berjualan di luar area pasar meski telah mendapat lapak, sehingga mengganggu ketertiban. “Ada yang sudah dapat kios, tapi tidak ditempati,” ungkapnya.

Untuk menertibkan kondisi tersebut, Disdag menerapkan tahapan teguran hingga penindakan sesuai prosedur. Sementara terkait sejumlah blok yang masih sepi, Yama menilai hal itu karena distribusi kios belum tuntas. “Proses masih berjalan, belum bisa disimpulkan,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Disdag berharap penataan Pasar Pagi segera rampung, sehingga aktivitas perdagangan kembali normal dan memberikan kepastian bagi para pedagang di Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Disdik Kukar Tunggu Legal Opinion, Ribuan Guru Non-ASN Belum Terima Insentif

30 April 2026 - 21:00 WITA

DPRD Kukar Targetkan Insentif Guru Honorer Cair Pekan Depan, TPP Nakes Disesuaikan

30 April 2026 - 20:00 WITA

Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

30 April 2026 - 19:00 WITA

Disperindag Kukar Sambut Sidak DPRD, Pasar TAS Didorong Kembali Bergairah

30 April 2026 - 17:00 WITA

Sidak Pasar TAS, Ketua DPRD Kukar Tekankan Kios Terisi dan Parkir Gratis

30 April 2026 - 16:00 WITA

Kukar Lantik 119 Pejabat Pengawas, Bupati Tekankan Inovasi dan Pelayanan Publik Berkualitas

30 April 2026 - 10:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH