Menu

Mode Gelap
Rayakan Kemerdekaan, PWI Kukar Gelar Lomba untuk Perkuat Kebersamaan 52 Paskibra IKN Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Tugas Pengibaran Merah Putih HUT ke-81 RI di Nusantara Semakin Meriah, Otorita IKN Siapkan Karnaval hingga Night Run Razia Miras di Tabang, Polisi Sita Ratusan Botol dari 10 Tempat Usaha Porsentara 2026 Berakhir, 138 Kontingen Semarakkan Olahraga dan Seni di Nusantara

BERITA DAERAH · 16 Jun 2025 13:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Regenerasi Pelestari Budaya Lewat Festival Nasi Bekepor


 Disdikbud Kukar Dorong Regenerasi Pelestari Budaya Lewat Festival Nasi Bekepor Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian budaya lokal melalui pendekatan pendidikan.

Hal ini tampak dari dukungan dan keterlibatan aktif dalam Festival Nasi Bekepor VI, yang digelar pada Senin (16/06/2025) di halaman Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Disdikbud Kukar, Dinas Pariwisata, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unikarta.

Festival tahunan yang mempromosikan warisan kuliner khas Kutai ini tidak hanya menampilkan cita rasa leluhur, tetapi juga dimaknai sebagai wadah regenerasi pelestari budaya—khususnya melalui sektor pendidikan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menekankan pentingnya membangun kesadaran budaya sejak usia dini, dengan melibatkan siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK dalam kegiatan budaya secara langsung.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan dari luar Tenggarong. Ke depan, pelibatan siswa harus lebih masif sebagai upaya pewarisan budaya yang nyata,” ujar Puji.

Menurut Puji Utomo, keterlibatan pelajar tidak seharusnya hanya sebatas penonton. Mereka perlu diperkenalkan pada proses memasak, nilai-nilai filosofis, dan makna di balik tradisi nasi bekepor makanan khas Kutai yang dimasak dalam kenceng menggunakan tungku kayu bakar, sebagai simbol kesederhanaan dan kebersamaan.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya lewat dokumentasi atau pembelajaran di kelas. Anak-anak perlu menyentuh, mencium aroma, dan merasakan langsung bagaimana tradisi itu hidup. Di situlah tumbuh rasa memiliki,” tambahnya.

Disdikbud Kukar merencanakan pengembangan sinergi dengan sekolah-sekolah agar festival seperti ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran kontekstual. Bahkan, konsep model pembelajaran berbasis budaya lokal tengah digagas untuk diintegrasikan ke dalam kalender pendidikan.

Senada dengan itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, juga menyuarakan pentingnya keterlibatan pelajar dalam festival budaya.

“Sayang sekali kalau festival semewah ini tidak disaksikan oleh pelajar. Mereka harus menjadi bagian dari pewaris tradisi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fisipol Unikarta, Zulkifli, menyatakan akan mengevaluasi jadwal pelaksanaan festival agar tidak berbenturan dengan kalender akademik, seperti ujian atau masa liburan sekolah, guna memaksimalkan partisipasi dari dunia pendidikan.

Dengan sinergi lintas sektor antara pendidikan, budaya, dan pariwisata, Festival Nasi Bekepor diharapkan menjadi model edukasi budaya berbasis pengalaman yang mampu mencetak generasi muda sebagai pelestari tradisi Kutai yang tangguh dan berkarakter. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rayakan Kemerdekaan, PWI Kukar Gelar Lomba untuk Perkuat Kebersamaan

15 Agustus 2026 - 13:00 WITA

Razia Miras di Tabang, Polisi Sita Ratusan Botol dari 10 Tempat Usaha

14 Agustus 2026 - 14:00 WITA

PHM Hadirkan Layanan Mata Gratis, Ratusan Siswa di Delta Mahakam Jalani Pemeriksaan

14 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Rayakan HUT RI, Wartawan Kukar Adu Strategi di Meja Domino dan Biliar

14 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Polda Kaltim Ungkap 138 Kasus 3C, 148 Pelaku Diamankan

13 Agustus 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Lampu Mati dan Parkir Sembarangan di Ruang Publik

13 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH