Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 8 Jul 2025 09:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Gelar Bimtek Penyusunan Silabus Muatan Lokal Selama 3 Hari


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, berfoto bersama dengan peserta Bimtek. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, berfoto bersama dengan peserta Bimtek. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan silabus muatan lokal yang mendukung pembelajaran holistik bagi guru-guru sekolah dasar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Juli 2025 di Hotel Grand Fatma Tenggarong.

Bimtek ini diikuti oleh 113 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dasar se-Kukar, dengan menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran guru dalam menyusun silabus muatan lokal, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Kutai, yang sesuai dengan karakteristik peserta didik serta kearifan lokal.

“Bimtek ini penting karena guru-guru kita harus memiliki silabus yang terstruktur agar pembelajaran muatan lokal bisa lebih efektif dan bermakna,” ujarnya, Senin (7/7/2025).

“Anak-anak perlu memahami muatan lokal dari usia dini, dan penyusunan silabus yang tepat akan sangat membantu proses pembelajaran,” tambahnya.

Terkait dengan muatan lokal Bahasa Kutai, Thauhid menjelaskan bahwa buku ajar sebelumnya sempat mengalami kendala teknis. Saat ini, Disdikbud sedang melakukan penyusunan ulang dengan melibatkan para ahli bahasa.

“Bahasa Kutai itu berbeda-beda, seperti di Sebulu, Muara Muntai, atau Kenohan. Maka dari itu kita libatkan ahli-ahli bahasa untuk menyusunnya secara tepat,” jelasnya.

Kita juga menyiapkan kamus khusus. Buku-bukunya nanti akan dicetak dan dibagikan gratis ke sekolah-sekolah, tidak boleh ada pembelian mandiri oleh guru atau siswa. Itu bagian dari tanggung jawab pemerintah,” sambungnya.

Thauhid juga menambahkan bahwa penyusunan silabus memerlukan waktu karena harus menyesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Disdikbud Kukar menargetkan penyusunan ini dapat selesai sesuai jadwal agar segera diterapkan di sekolah-sekolah.

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan para pendidik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran muatan lokal serta menanamkan nilai-nilai budaya dan bahasa daerah kepada generasi muda sejak dini. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH