Menu

Mode Gelap
Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

BERITA DAERAH · 20 Apr 2026 19:00 WITA ·

Dorong UMKM, DPRD Samarinda Minta APBD Fokus Ciptakan Lapangan Kerja


 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai upaya menekan angka pengangguran harus difokuskan pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka mendorong agar kebijakan anggaran daerah lebih konkret dalam mendukung pertumbuhan sektor yang dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil.

“Kalau targetnya menurunkan pengangguran, maka anggaran harus diarahkan ke sektor yang benar-benar membuka lapangan kerja. UMKM itu salah satu yang paling potensial,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menyoroti belum jelasnya porsi anggaran khusus untuk UMKM. Menurutnya, transparansi dan komitmen pemerintah diperlukan agar dukungan terhadap sektor ini tidak sekadar wacana.

Anhar juga mengkritisi dominasi proyek infrastruktur dalam pembangunan. Meski penting, ia menilai dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja bersifat sementara.

“Pembangunan fisik itu perlu, tapi sifatnya sementara. Setelah selesai, tenaga kerja yang terlibat juga berkurang, bahkan sering kali berasal dari luar daerah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar angka. Sektor padat modal seperti tambang dinilai memiliki kontribusi terbatas terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sebagai langkah konkret, Anhar mendorong pemerintah mewajibkan penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan yang dibiayai APBD.

“Hal sederhana seperti penggunaan produk lokal di setiap kegiatan pemerintah itu dampaknya besar. Perputaran ekonomi jadi lebih terasa di masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kebijakan tersebut, APBD tidak hanya menjadi alat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH