Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

BERITA DAERAH · 20 Apr 2026 19:00 WITA ·

Dorong UMKM, DPRD Samarinda Minta APBD Fokus Ciptakan Lapangan Kerja


 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai upaya menekan angka pengangguran harus difokuskan pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka mendorong agar kebijakan anggaran daerah lebih konkret dalam mendukung pertumbuhan sektor yang dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil.

“Kalau targetnya menurunkan pengangguran, maka anggaran harus diarahkan ke sektor yang benar-benar membuka lapangan kerja. UMKM itu salah satu yang paling potensial,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menyoroti belum jelasnya porsi anggaran khusus untuk UMKM. Menurutnya, transparansi dan komitmen pemerintah diperlukan agar dukungan terhadap sektor ini tidak sekadar wacana.

Anhar juga mengkritisi dominasi proyek infrastruktur dalam pembangunan. Meski penting, ia menilai dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja bersifat sementara.

“Pembangunan fisik itu perlu, tapi sifatnya sementara. Setelah selesai, tenaga kerja yang terlibat juga berkurang, bahkan sering kali berasal dari luar daerah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar angka. Sektor padat modal seperti tambang dinilai memiliki kontribusi terbatas terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sebagai langkah konkret, Anhar mendorong pemerintah mewajibkan penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan yang dibiayai APBD.

“Hal sederhana seperti penggunaan produk lokal di setiap kegiatan pemerintah itu dampaknya besar. Perputaran ekonomi jadi lebih terasa di masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kebijakan tersebut, APBD tidak hanya menjadi alat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

1 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH