KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menimpa seorang jurnalis perempuan saat meliput aksi demonstrasi pada Selasa (21/4/2026). Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media pada Kamis (23/4/2026).
Ia mengaku menyayangkan adanya dugaan tindakan represif di tengah penyampaian aspirasi masyarakat. Menurutnya, demonstrasi seharusnya berlangsung aman, tertib, dan tanpa gesekan yang merugikan pihak mana pun.
“Semua ingin menjalankan tugas dengan baik. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari,” ujarnya.
Celni menilai situasi lapangan yang memanas memang berpotensi memicu kepanikan. Namun, ia menegaskan seluruh pihak—baik aparat, peserta aksi, maupun jurnalis—harus tetap profesional dalam menjalankan perannya.
Ia juga mendorong pemerintah di berbagai tingkatan untuk lebih cepat merespons aspirasi masyarakat melalui pendekatan dialog terbuka guna meredam potensi konflik.
“Kalau aspirasi ditanggapi dengan baik dan diajak dialog, hasilnya juga akan baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Celni turut menyoroti keterlibatan perempuan, khususnya ibu-ibu, dalam aksi tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi sinyal adanya keresahan nyata di masyarakat yang perlu segera ditindaklanjuti.
Namun, ia mengakui DPRD bersama Pemerintah Kota Samarinda masih menghadapi kendala dalam menjawab sejumlah tuntutan, terutama karena belum jelasnya mekanisme program dari pemerintah provinsi.
“Terus terang kami juga masih kebingungan. OPD juga belum mendapatkan penjelasan yang rinci,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pemerintah kota belum dapat memberikan kepastian kepada masyarakat. Saat ini, Pemkot masih fokus menjalankan program yang telah berjalan sambil menunggu kejelasan dari pemerintah provinsi.
Celni berharap ke depan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat diperkuat, sehingga setiap kebijakan dapat tersampaikan dengan jelas dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












