Menu

Mode Gelap
28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal

BERITA DAERAH · 30 Apr 2026 20:00 WITA ·

DPRD Kukar Targetkan Insentif Guru Honorer Cair Pekan Depan, TPP Nakes Disesuaikan


 Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Ruang Banmus DPRD Kukar, dengan agenda pembahasan insentif guru honorer, TPP tenaga kesehatan, serta pelayanan puskesmas 24 jam, Kamis (30/04/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Ruang Banmus DPRD Kukar, dengan agenda pembahasan insentif guru honorer, TPP tenaga kesehatan, serta pelayanan puskesmas 24 jam, Kamis (30/04/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Banmus DPRD Kukar, Kamis (30/04/2026), untuk membahas insentif guru honorer, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) tenaga kesehatan, serta layanan puskesmas 24 jam. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV, Andi Faisal.

Dalam pembahasan, insentif guru honorer disebut sudah memasuki tahap akhir. Dinas Pendidikan telah mengajukan legal opinion (LO) ke kejaksaan dan kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi sebelum pencairan dilakukan. “Jika sudah clear, bisa dibayar pekan depan,” ujar Andi Faisal.

Ia menegaskan, anggaran insentif telah tersedia dan aman. Kendala yang tersisa hanya pada aspek regulasi menyusul temuan BPK. DPRD pun meminta Dinas Pendidikan lebih proaktif karena persoalan ini menyangkut hak banyak tenaga pengajar. “Ini kewajiban pemerintah daerah,” tegasnya.

DPRD juga memastikan proses akan terus dikawal hingga pembayaran terealisasi. Meski data penerima telah terverifikasi, masih diperlukan rekomendasi dari kejaksaan untuk menyelesaikan aspek regulasi.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh sektor kesehatan. DPRD dan pemerintah daerah sepakat menghapus istilah jasa pelayanan (jaspel) guna menghindari potensi pelanggaran aturan. Sebagai gantinya, TPP tenaga kesehatan akan disesuaikan agar mendekati penghasilan sebelumnya. “TPP akan kita sesuaikan,” katanya.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Jika APBD kembali stabil, peluang peningkatan TPP akan terbuka lebih besar.

Terkait layanan puskesmas 24 jam, DPRD menemukan adanya beban kerja tinggi bagi tenaga kesehatan. Di lapangan, tenaga medis bisa bekerja hingga 10–11 jam dan kembali bertugas keesokan hari. “Ini berisiko pada kualitas layanan,” ujarnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan diminta menyusun kajian dalam waktu satu minggu dengan melibatkan organisasi profesi. Kajian tersebut akan mengatur sistem zonasi layanan, sehingga jam operasional puskesmas dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong menambah tenaga kesehatan, terutama dokter, guna mengatasi kekurangan SDM di sejumlah puskesmas.

Melalui RDP ini, DPRD Kukar menegaskan pentingnya sinergi semua pihak untuk memastikan hak guru honorer terpenuhi serta pelayanan kesehatan masyarakat tetap optimal dan berkualitas.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 135 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH