Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 6 Mar 2026 19:00 WITA ·

DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Aturan Jam Operasional Kafe Selama Ramadan


 Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menjadi narasumber dalam program Dialog Publika bertajuk “Penegakan Jam Operasional Kafe Samarinda Selama Ramadan” yang disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menjadi narasumber dalam program Dialog Publika bertajuk “Penegakan Jam Operasional Kafe Samarinda Selama Ramadan” yang disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2026). Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Penegakan aturan jam operasional kafe selama bulan Ramadan di Kota Samarinda menjadi sorotan dalam program Dialog Publika yang disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2026).

Dialog bertema “Penegakan Jam Operasional Kafe Samarinda Selama Ramadan” itu dipandu oleh Erwinsyah dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan, serta pengamat sosial dari Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Shorea Helminasari. Program tersebut juga membuka sesi tanya jawab melalui telepon interaktif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Viktor Yuan menjelaskan bahwa pembatasan jam operasional kafe selama Ramadan bertujuan menjaga ketertiban sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk tetap menjalankan aktivitasnya.

Menurutnya, aturan yang berlaku saat ini masih mengacu pada kebijakan pemerintah kota yang membatasi operasional kafe dan rumah makan hingga pukul 23.00 WITA.

“Pemberlakuan perwali mengatur operasional kafe dan rumah makan sampai pukul 23.00. Sementara tempat hiburan malam seharusnya tidak beroperasi selama Ramadan,” ujarnya.

Meski aturan tersebut telah lama diterapkan, Viktor menilai kebijakan tersebut tetap perlu dievaluasi agar dapat menyesuaikan dengan kondisi sosial dan perkembangan aktivitas masyarakat.

“Ke depan kita perlu duduk bersama, melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan DPRD untuk mengevaluasi aturan ini dan mencari formulasi yang lebih tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada bulan Ramadan aktivitas ekonomi di sektor kuliner dan kafe justru lebih ramai pada malam hari, terutama setelah waktu berbuka puasa dan pelaksanaan salat tarawih.

“Biasanya setelah berbuka dan tarawih, masyarakat banyak yang datang ke kafe atau tempat makan untuk berkumpul. Ini juga menjadi momentum bagi pelaku usaha kuliner,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH