Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

BERITA DAERAH · 6 Mar 2026 19:00 WITA ·

DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Aturan Jam Operasional Kafe Selama Ramadan


 Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menjadi narasumber dalam program Dialog Publika bertajuk “Penegakan Jam Operasional Kafe Samarinda Selama Ramadan” yang disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menjadi narasumber dalam program Dialog Publika bertajuk “Penegakan Jam Operasional Kafe Samarinda Selama Ramadan” yang disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2026). Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Penegakan aturan jam operasional kafe selama bulan Ramadan di Kota Samarinda menjadi sorotan dalam program Dialog Publika yang disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2026).

Dialog bertema “Penegakan Jam Operasional Kafe Samarinda Selama Ramadan” itu dipandu oleh Erwinsyah dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan, serta pengamat sosial dari Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Shorea Helminasari. Program tersebut juga membuka sesi tanya jawab melalui telepon interaktif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Viktor Yuan menjelaskan bahwa pembatasan jam operasional kafe selama Ramadan bertujuan menjaga ketertiban sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk tetap menjalankan aktivitasnya.

Menurutnya, aturan yang berlaku saat ini masih mengacu pada kebijakan pemerintah kota yang membatasi operasional kafe dan rumah makan hingga pukul 23.00 WITA.

“Pemberlakuan perwali mengatur operasional kafe dan rumah makan sampai pukul 23.00. Sementara tempat hiburan malam seharusnya tidak beroperasi selama Ramadan,” ujarnya.

Meski aturan tersebut telah lama diterapkan, Viktor menilai kebijakan tersebut tetap perlu dievaluasi agar dapat menyesuaikan dengan kondisi sosial dan perkembangan aktivitas masyarakat.

“Ke depan kita perlu duduk bersama, melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan DPRD untuk mengevaluasi aturan ini dan mencari formulasi yang lebih tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada bulan Ramadan aktivitas ekonomi di sektor kuliner dan kafe justru lebih ramai pada malam hari, terutama setelah waktu berbuka puasa dan pelaksanaan salat tarawih.

“Biasanya setelah berbuka dan tarawih, masyarakat banyak yang datang ke kafe atau tempat makan untuk berkumpul. Ini juga menjadi momentum bagi pelaku usaha kuliner,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 126 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH