KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang jatuh pada 9 Februari, insan pers di Kalimantan Timur menginisiasi kegiatan bertajuk “Temu Bisnis Sumur Migas Tua”. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber strategis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, serta SKK Migas.
Penanggung jawab kegiatan, Charles Siahaan, mengatakan bahwa pemilihan tema ekonomi dalam peringatan HPN kali ini merupakan bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor energi.
“Acara ini membahas potensi ratusan sumur migas tua dan idle yang masih memiliki nilai ekonomis untuk dikelola secara optimal,” ujar Charles, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, pemerintah membuka peluang bagi pengusaha lokal, perusahaan daerah (Perusda), koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pelaku UMKM untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sumur-sumur migas tua tersebut.
“Regulasinya sudah ada dan jelas. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa pengusaha lokal kita masih ragu untuk masuk dan berbisnis di sektor ini,” ungkapnya.
Menurut Charles, di sinilah peran pers tidak hanya sebagai fungsi kontrol sosial, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik. Melalui forum temu bisnis ini, insan pers berinisiatif mempertemukan para pemangku kepentingan dengan pelaku usaha daerah agar kebijakan tersebut dapat dipahami dan dimanfaatkan secara maksimal.
“Banyak pengusaha di Kaltim yang masih bertanya-tanya, apakah mereka bisa menjadi pengelola sumur migas tua, bagaimana mekanisme memulainya, serta berapa modal yang dibutuhkan. Semua itu akan dibahas secara terbuka dalam forum ini,” jelasnya.
Kegiatan “Temu Bisnis Sumur Migas Tua” rencananya akan digelar pada 10 Februari 2026 di Gedung Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara insan pers dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, SKK Migas Kalimantan Sulawesi, Pertamina, serta sejumlah Perusda.
Sejumlah narasumber kompeten telah diundang untuk hadir, di antaranya Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE), perwakilan SKK Migas, pakar geologi Andang Bachtiar, serta seorang pengusaha daerah dari Cepu, Jawa Tengah, yang telah sukses mengelola sumur migas tua.
“Kami juga mengajak rekan-rekan pers untuk ikut menyemarakkan dan menyukseskan kegiatan ini. Ini adalah bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendukung pemerintah menggerakkan ekonomi daerah, khususnya di desa-desa,” pungkas Charles. (*)
@2026












