Menu

Mode Gelap
KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 11:00 WITA ·

IKN Perkuat Peran Kader Kesehatan Untuk Kendalikan Malaria dan DBD


 IKN Perkuat Peran Kader Kesehatan Untuk Kendalikan Malaria dan DBD Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pengendalian malaria dan demam berdarah dengue (DBD). Upaya ini dilakukan melalui Pelatihan Kader Pencegahan Malaria dan DBD di Multifunction Hall Kantor Bersama 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (9/4/2026).

Pelatihan tersebut diikuti pengelola hunian dan tim K3 dari berbagai proyek di kawasan KIPP. Mereka disiapkan menjadi kader kesehatan yang berperan dalam edukasi, pengendalian lingkungan, serta pencegahan penyakit di tempat kerja.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memutus rantai penularan. “Pengendalian malaria dan DBD tidak bisa hanya dilakukan sektor kesehatan. Peran masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles, sedangkan DBD oleh Aedes aegypti. “Jika vektornya dapat dikendalikan, maka penularan bisa dicegah,” tambahnya.

Saat ini, wilayah KIPP IKN telah bebas dari penularan malaria lokal. Namun, kasus DBD masih menjadi tantangan. Otorita IKN menargetkan penurunan kasus DBD hingga 50 persen melalui penguatan kewaspadaan dini dan peningkatan peran masyarakat, terutama di kawasan hunian dan area konstruksi yang rawan genangan air.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Bambang Siswanto, menekankan pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian penyakit. “Kami menggencarkan program Kampung Bebas Jentik untuk mengendalikan vektor malaria dan DBD,” katanya.

Ia menegaskan, pengendalian jentik harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.

Di lapangan, aktivitas pembangunan menjadi tantangan tersendiri karena area konstruksi berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Reza dari HSE Paket Proyek Yudikatif menyebut pihaknya telah melakukan langkah antisipasi. “Kami menerapkan screening kesehatan bagi pekerja baru, termasuk riwayat penyakit dan asal daerah,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Otorita IKN akan menetapkan peserta pelatihan sebagai kader kesehatan melalui surat keputusan resmi. Mereka diharapkan aktif dalam edukasi, pengendalian vektor, dan pencegahan penyakit secara berkelanjutan, guna mewujudkan IKN yang bebas malaria dan DBD.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar

16 Juli 2026 - 11:00 WITA

Orang Tua Siswa Bangga Titipkan Anak di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN

11 Juli 2026 - 14:00 WITA

Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

11 Juli 2026 - 13:00 WITA

Angkatan Perdana SMA Taruna Nusantara IKN Mulai Tempati Kampus, Siap Cetak Pemimpin Masa Depan

10 Juli 2026 - 16:00 WITA

Hari Doa Nasional 2026 Ukir Sejarah di IKN, Ratusan Umat Kristiani Doakan Bangsa

6 Juli 2026 - 09:00 WITA

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan

26 Juni 2026 - 14:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA