Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 11:00 WITA ·

IKN Perkuat Peran Kader Kesehatan Untuk Kendalikan Malaria dan DBD


 IKN Perkuat Peran Kader Kesehatan Untuk Kendalikan Malaria dan DBD Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pengendalian malaria dan demam berdarah dengue (DBD). Upaya ini dilakukan melalui Pelatihan Kader Pencegahan Malaria dan DBD di Multifunction Hall Kantor Bersama 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (9/4/2026).

Pelatihan tersebut diikuti pengelola hunian dan tim K3 dari berbagai proyek di kawasan KIPP. Mereka disiapkan menjadi kader kesehatan yang berperan dalam edukasi, pengendalian lingkungan, serta pencegahan penyakit di tempat kerja.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memutus rantai penularan. “Pengendalian malaria dan DBD tidak bisa hanya dilakukan sektor kesehatan. Peran masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles, sedangkan DBD oleh Aedes aegypti. “Jika vektornya dapat dikendalikan, maka penularan bisa dicegah,” tambahnya.

Saat ini, wilayah KIPP IKN telah bebas dari penularan malaria lokal. Namun, kasus DBD masih menjadi tantangan. Otorita IKN menargetkan penurunan kasus DBD hingga 50 persen melalui penguatan kewaspadaan dini dan peningkatan peran masyarakat, terutama di kawasan hunian dan area konstruksi yang rawan genangan air.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Bambang Siswanto, menekankan pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian penyakit. “Kami menggencarkan program Kampung Bebas Jentik untuk mengendalikan vektor malaria dan DBD,” katanya.

Ia menegaskan, pengendalian jentik harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.

Di lapangan, aktivitas pembangunan menjadi tantangan tersendiri karena area konstruksi berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Reza dari HSE Paket Proyek Yudikatif menyebut pihaknya telah melakukan langkah antisipasi. “Kami menerapkan screening kesehatan bagi pekerja baru, termasuk riwayat penyakit dan asal daerah,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Otorita IKN akan menetapkan peserta pelatihan sebagai kader kesehatan melalui surat keputusan resmi. Mereka diharapkan aktif dalam edukasi, pengendalian vektor, dan pencegahan penyakit secara berkelanjutan, guna mewujudkan IKN yang bebas malaria dan DBD.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla

11 September 2026 - 11:00 WITA

Kebakaran Bukit Tengkorak Disorot, Otorita IKN Temukan Dugaan Pembukaan Lahan

6 September 2026 - 09:00 WITA

10 Kali Water Bombing Digelar, Karhutla di Sekitar IKN Mulai Mereda

5 September 2026 - 17:30 WITA

Karhutla Mengancam IKN, Helikopter Caracal Disiapkan untuk Water Bombing

5 September 2026 - 09:00 WITA

OIKN Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Perusahaan Wajib Pulihkan Area Terdampak

4 September 2026 - 16:30 WITA

Cegah Karhutla Di Nusantara, OIKN Perkuat Edukasi Dan Kesiapsiagaan Masyarakat

4 September 2026 - 16:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA