Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Penertiban Tahura, Warga Minta Kejelasan dan Keadilan DPRD Kukar Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Bukit Soeharto Curi Barang Pengunjung Air Terjun Perjiwa, Pria Ini Diciduk Saat Tertidur Polemik Gereja di Mangkupalas, Pemkot Samarinda Masih Telusuri Proses Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Sistem Keuangan dan Aset, Dana Mengendap Hingga Sertifikasi Jadi Perhatian

BERITA DAERAH · 14 Jun 2025 12:15 WITA ·

Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu


 Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu. (Axel/Fairuz/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu. (Axel/Fairuz/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Suara sepeda onthel berderit pelan, menyusuri batu-batu trotoar yang telah menua, di antara kios-kios tua kawasan Citra Niaga. Sore perlahan berganti malam. Lampu-lampu remang mulai menyala, memperkuat nuansa tempo dulu. Samarinda seakan mundur ke masa silam, tepatnya ke era 70 hingga 80-an yang penuh warna dan kehidupan.

Inilah Kala Fest 2025, festival yang digelar oleh Tirtonegoro Foundation selama tiga hari penuh di pusat kota Samarinda. Mengusung tema “Samarinda Tempo Dulu”, festival ini tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menghidupkan kembali memori kolektif warga akan masa-masa yang kini tinggal kenangan.

Di tengah alunan musik lawas dan aroma jajanan jadul yang menggoda, pengunjung seolah enggan melewatkan satu pun detail dari nostalgia yang disajikan. Anak-anak tampak antusias mencoba permainan tradisional, sementara orang tua tersenyum lirih saat menatap deretan buku-buku klasik—judul-judul yang dulu menemani masa muda mereka.

Festival ini bukan hanya tentang seni dan hiburan. Kala Fest menjadi ruang temu antargenerasi. Sebuah forum kecil dihadirkan untuk membahas sejarah kota dan bagaimana wajah Samarinda berubah dari masa ke masa.

Ketua panitia, Ramadhan Sabilla Majid, menyebut Kala Fest sebagai pengingat jati diri kota. Ia berharap generasi muda tak sekadar datang untuk bersenang-senang, tetapi juga memahami bahwa budaya dan sejarah bukan hanya bagian dari masa lalu—melainkan warisan yang layak dijaga dan diteruskan.

“Kala Fest bukan hanya sekadar acara, tetapi menjadi cermin bagi Samarinda. Kita menengok masa lalu, bukan untuk tinggal di sana, melainkan agar tak lupa dari mana kita berasal,” tutup Ramadhan Sabilla Majid.

 

Pewarta : Axel
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Penertiban Tahura, Warga Minta Kejelasan dan Keadilan

27 April 2026 - 20:00 WITA

DPRD Kukar Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

Polemik Gereja di Mangkupalas, Pemkot Samarinda Masih Telusuri Proses Perizinan

27 April 2026 - 17:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Sistem Keuangan dan Aset, Dana Mengendap Hingga Sertifikasi Jadi Perhatian

27 April 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Sorot Proyek TPA, Dinilai Belum Optimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 15:00 WITA

Musancab PDIP Kukar Jadi Ajang Konsolidasi Besar, Perkuat Soliditas dan Siapkan Mesin Politik 2029

25 April 2026 - 18:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH