Menu

Mode Gelap
Otorita IKN dan Polda Kaltim Bangun Kantor Polresta, Perkuat Keamanan Nusantara Bupati Kukar Lantik 19 Pejabat, Tekankan Reformasi ASN dan Layanan Kesehatan 24 Jam PHM Rampungkan Handil Rejuvenation, Produksi Minyak Lapangan Handil Meningkat DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Fokus Perkuat UMKM dan Tata Kelola Pasar DPRD Samarinda Soroti Meninggalnya Pelajar SMK, Sri Puji Minta Semua Pihak Tingkatkan Kepedulian Sosial

BERITA DAERAH · 16 Nov 2023 11:40 WITA ·

Keistimewaan Sulam Tumpar, Kerajinan Bordir Suku Dayak Benuaq Kebanggaan Kaltim


 Keistimewaan Sulam Tumpar, Kerajinan Bordir Suku Dayak Benuaq Kebanggaan Kaltim Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur menilai bahwa sulam tampar, kerajinan bordir tradisional dari Suku Dayak Benuaq memiliki keistimewaan tersendiri sebagai sebuah warisan budaya di Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Awang Khalik menjelaskan, sulam tumpar memiliki karakter yang kuat sebagai representasi Kalimantan Timur. Umumnya, sulam tumpar sering diaplikasikan pada kain, khususnya tenun ‘Ulap Doyo’.

“Sulam tumpar dibuat secara manual menggunakan tangan kreatif masyarakat Kaltim, dibuat menggunakan jarum, benang dasar, hingga benang sulam berwarna-warni,” bebernya.

Lebih lanjut, Awang menyampaikan jika sulam tempat dikenal dengan desain yang unik dan rumit. Ia menambahkan, inspirasi dari desainnya seringkali mencerminkan nilai-nilai alam dan cerita rakyat setempat.

Para pengrajin seringkali menciptakan motif yang filosofis, tergantung kreativitas para pembuatnya. Sejumlah motif biasanya lahir dari warisan tradisional, sebagian pula motif yang dikembangkan secara modern oleh para pengrajin.

“Motifnya mulai dari burung enggang, anggrek, ayam hutan, hingga ukiran khas Bumi Etam. Sedangkan variasi warna pada sulam tumpar, mencerminkan spirit masyarakat Suku Dayak Benuaq,” paparnya beberapa waktu lalu.

“Sejumlah motif yang terkenal termasuk burung enggang, ayam hutan, anggrek hutan, dan ukiran khas Kalimantan Timur. Warna benang warna-warni mencerminkan spirit masyarakat Suku Dayak Benuaq,” imbuhnya.

Kendati demikian, Dispar Kaltim terus mendorong para pengrajin untuk terus menciptakan ragam produk dari sulam tampar. Awang berharap, sulam tampar jangan sampai tergerus oleh perkembangan fashion yang kian modern.

“Harapannya, sulam tumpar bisa terus dilestarikan. Kami juga mengimbau para pengrajin, untuk rutin berpartisipasi dalam pameran-pameran kriya yang sering kita selenggarakan,” tutup Awang.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 302 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bupati Kukar Lantik 19 Pejabat, Tekankan Reformasi ASN dan Layanan Kesehatan 24 Jam

8 Mei 2026 - 19:00 WITA

PHM Rampungkan Handil Rejuvenation, Produksi Minyak Lapangan Handil Meningkat

7 Mei 2026 - 20:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Fokus Perkuat UMKM dan Tata Kelola Pasar

7 Mei 2026 - 19:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Meninggalnya Pelajar SMK, Sri Puji Minta Semua Pihak Tingkatkan Kepedulian Sosial

7 Mei 2026 - 18:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Dorong BTN Perkuat Pembiayaan UMKM dan Program Perumahan

7 Mei 2026 - 17:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Dorong Perbankan Perkuat CSR dan Dukungan untuk UMKM

7 Mei 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH