Menu

Mode Gelap
OJK Percepat Pembangunan Kantor di IKN, Dukung Terbentuknya Pusat Ekonomi Baru Nusantara Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

BERITA DAERAH · 17 Agu 2025 19:15 WITA ·

Korban Kecelakaan Perahu di Sungai Mahakam Akhirnya Ditemukan


 Tim SAR mengevakuasi jasad korban kecelakaan perahu di Sungai Mahakam, Kelurahan Selili, Samarinda, Minggu (17/8/2025). (Foto. Dok: Basarnas Kaltim) Perbesar

Tim SAR mengevakuasi jasad korban kecelakaan perahu di Sungai Mahakam, Kelurahan Selili, Samarinda, Minggu (17/8/2025). (Foto. Dok: Basarnas Kaltim)

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal di Perairan Sungai Mahakam, Kelurahan Selili, Samarinda, resmi ditutup pada Minggu (17/8/2025) sore.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan peristiwa berawal pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 16.00 WITA. Korban bernama Normansyah (44) berangkat mencari kayu bakar dengan menggunakan perahu kecil. Setengah jam kemudian, warga melihat perahu korban sudah terbalik dan korban diduga jatuh ke sungai. Hingga malam hari korban tidak kembali, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Samarinda pada Jumat dini hari pukul 05.45 WITA.

“Begitu menerima laporan, tim Rescue Pos SAR Samarinda segera bergerak ke lokasi kejadian pukul 06.00 WITA dengan membawa peralatan selam, rubber boat, drone thermal, serta alut pendukung lainnya. Unsur gabungan dari Polairud, BPBD, Damkar, relawan, dan masyarakat juga ikut membantu pencarian,” ungkap Mardi Sianturi.

Pencarian berlangsung tiga hari dengan metode penyisiran perairan, penyelaman di titik-titik yang dicurigai, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal. Arus deras Sungai Mahakam menjadi tantangan utama bagi tim SAR.

Akhirnya, pada Minggu (17/8/2025) pukul 17.00 WITA, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 3,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban kemudian dievakuasi ke rumah duka sesuai permintaan keluarga.

“Setelah korban ditemukan, seluruh unsur melaksanakan debriefing bersama pada pukul 18.00 WITA. Dengan demikian, operasi SAR resmi ditutup dan semua unsur kembali ke status kesiapsiagaan,” terang Mardi.

Ia menambahkan, Basarnas menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban sekaligus berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, relawan, hingga masyarakat yang membantu upaya pencarian. (*)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH