Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

BERITA DAERAH · 14 Jun 2026 14:00 WITA ·

Muhammad Faisal: Media Harus Beradaptasi di Era Digital, Kecepatan Tak Boleh Mengorbankan Akurasi


 Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa media massa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik dan akurasi informasi. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa media massa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik dan akurasi informasi. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Di tengah perubahan tersebut, media massa dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan mampu bersaing tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal. Menurutnya, setiap platform media memiliki karakteristik, kelebihan, dan tantangannya masing-masing. Karena itu, kemampuan beradaptasi serta membangun kolaborasi menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi di era digital.

“Kalau tidak mampu beradaptasi, maka harus berkolaborasi. Sekarang adalah era digital,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026) malam.

Faisal mengatakan, perubahan perilaku masyarakat membuat kebutuhan terhadap informasi yang cepat semakin tinggi. Publik kini cenderung mengakses berita melalui berbagai platform digital yang menyajikan informasi secara singkat, praktis, dan mudah dipahami.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah media nasional telah melakukan transformasi sejak beberapa tahun lalu dengan menghadirkan format pemberitaan yang lebih ringkas untuk konsumsi cepat. Namun, di saat yang sama mereka tetap menyediakan laporan lengkap bagi pembaca yang membutuhkan informasi lebih mendalam.

“Kecepatan sekarang sangat penting, tetapi versi lengkap tetap harus tersedia,” katanya.

Menurut Faisal, strategi tersebut menjadi bentuk adaptasi terhadap perubahan pola konsumsi informasi tanpa menghilangkan fungsi utama media sebagai penyedia informasi yang utuh dan kredibel. Media harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi sekaligus memahami kebutuhan audiens yang terus berubah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa inovasi digital tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi harus tetap menjadi fondasi utama di tengah persaingan media yang semakin ketat.

“Teknologi adalah alat, tetapi kualitas informasi tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Ia menilai media yang mampu memadukan kecepatan penyajian, akurasi informasi, dan pemanfaatan teknologi digital akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan sekaligus berkembang di masa depan.

Di tengah derasnya arus informasi, Faisal berharap media terus menjaga profesionalisme dan kredibilitas sehingga tetap menjadi sumber informasi yang dipercaya masyarakat.

“Adaptasi itu penting, tetapi kepercayaan publik jauh lebih penting,” pungkasnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH