Menu

Mode Gelap
Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026 Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

BERITA DAERAH · 27 Nov 2023 12:07 WITA ·

Musik Salating dan Sandima, Seni Teatrikal Yang Sudah Berkembang 70 Tahun Di Samarinda


 Musik Salating dan Sandima, Seni Teatrikal Yang Sudah Berkembang 70 Tahun Di Samarinda Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Gelaran besar Festival Mahakam 2023 yang merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Samarinda menjadi salah satu kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Samarinda. Bebagai lomba dan atraksi budaya yang ditampilkan dalam festival yang berlangsung sepekan (23 sampai dengan 26 November 2023) ini melibatkan berbagai pihak.

Dalam pagelaran budaya ini, menampilkan salah satu kesenian khas Samarinda, yakni Teater Tradisi Sandiwara Mamanda (Sandima). Seni teater yang diperkirakan sejak tahun 70-an mulai berkembang di kota Tepian ini.

Menurut Ketua Forum Aktualisasi Seni Tradisional (FORMAT) Kaltim, Dr (H.C) Elansyah Jamhari, MA  kesenian ini memang memiliki akar budaya dari seni Mamanda asal Kalimantan Selatan. Namun setelah masuk ke Samarinda mengalami akulturasi budaya dan membentuk varian sendiri bernama Sandima.

Sandima memiliki pakem yang sudah berbeda dengan seni Mamanda yang berkembang di Kalimantan Selatan, sehingga Elansyah berani mengklaim bahwa Sandima, terutama yang dikembangkan oleh FORMAT merupakan khas Samarinda.

“Sandima in ikan punya pakem yang sudah berbeda dengan seni Mamanda yang berkembang di Kalimantan Selatan, sehingga Sandima, terutama yang dikembangkan oleh FORMAT ini sudah merupakan khas Samarinda,” ujar Elansyah.

Tokoh pembina Sandima ini mengungkapkan bahwa Samarinda adalah kota yang dihuni oleh etnis dan suku bangsa beragam, sehingga dalam kesenian Sandima semua unsur budaya tersebut diakomodir. Baik itu seni pedalaman, seni pesisir, seni keraton, maupun seni urban, semuanya bisa masuk ke dalam Sandiwara Mamanda.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

1 Juli 2026 - 16:00 WITA

Perumdam Samarinda Fokus Optimalkan IPA Lama, Target Layani 3.500 Pelanggan Baru di Palaran

1 Juli 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH