Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 13:00 WITA ·

Panen Padi Gogo di Muara Jawa Jadi Ajang Dialog Petani Dan Pemangku Kepentingan


 Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Panen bersama Padi Gogo di Muara Jawa, Kamis (9/4/2026), tidak hanya menjadi momen panen, tetapi juga ruang dialog antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha terkait masa depan pertanian di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kegiatan ini, para petani menyampaikan langsung berbagai aspirasi, mulai dari pengelolaan lahan hingga kebutuhan sarana produksi. Otorita IKN memanfaatkan momen tersebut untuk menyerap masukan dari masyarakat.

Perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur, Joko, menegaskan pengembangan pertanian di IKN akan mengedepankan konsep berkelanjutan. “Kami akan meminimalkan pupuk kimia dan mendorong penggunaan pupuk organik serta kompos. Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Panen ini juga merupakan hasil kolaborasi pengembangan Padi Gogo bersama Institut Pertanian Bogor, sekaligus mendorong pemberdayaan petani lokal.

Perwakilan Kelompok Wanita Tani Nauli, Diana, berharap adanya pendampingan bagi kelompoknya.
“Kami memohon bimbingan dalam pengelolaan lahan pekarangan agar KWT di Muara Jawa bisa lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Maju Sejahtera, Sarnu, menyampaikan kebutuhan utama petani.
“Kami memiliki lebih dari 400 anggota dengan lahan sekitar 400 hektare. Kebutuhan utama kami adalah alsintan dan pupuk,” ujarnya.

Selain itu, akses jalan menuju lahan pertanian juga menjadi perhatian karena berdampak pada produktivitas.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, pengembangan pertanian di kawasan IKN diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Serap Aspirasi Warga untuk Penataan Kawasan Penyangga, Masukan Dibuka hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

IKN Dipercaya Gelar Borneo Economic Forum 2027, Buka Peluang Investasi Regional

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

Peserta KRTJ ke-16 Saksikan Perkembangan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di IKN

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA