Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 13:00 WITA ·

Panen Padi Gogo di Muara Jawa Jadi Ajang Dialog Petani Dan Pemangku Kepentingan


 Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Panen bersama Padi Gogo di Muara Jawa, Kamis (9/4/2026), tidak hanya menjadi momen panen, tetapi juga ruang dialog antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha terkait masa depan pertanian di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kegiatan ini, para petani menyampaikan langsung berbagai aspirasi, mulai dari pengelolaan lahan hingga kebutuhan sarana produksi. Otorita IKN memanfaatkan momen tersebut untuk menyerap masukan dari masyarakat.

Perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur, Joko, menegaskan pengembangan pertanian di IKN akan mengedepankan konsep berkelanjutan. “Kami akan meminimalkan pupuk kimia dan mendorong penggunaan pupuk organik serta kompos. Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Panen ini juga merupakan hasil kolaborasi pengembangan Padi Gogo bersama Institut Pertanian Bogor, sekaligus mendorong pemberdayaan petani lokal.

Perwakilan Kelompok Wanita Tani Nauli, Diana, berharap adanya pendampingan bagi kelompoknya.
“Kami memohon bimbingan dalam pengelolaan lahan pekarangan agar KWT di Muara Jawa bisa lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Maju Sejahtera, Sarnu, menyampaikan kebutuhan utama petani.
“Kami memiliki lebih dari 400 anggota dengan lahan sekitar 400 hektare. Kebutuhan utama kami adalah alsintan dan pupuk,” ujarnya.

Selain itu, akses jalan menuju lahan pertanian juga menjadi perhatian karena berdampak pada produktivitas.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, pengembangan pertanian di kawasan IKN diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan

22 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal

20 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Penurunan Bendera di Nusantara Berlangsung Khidmat, Semangat Kebersamaan Jadi Pesan Utama

17 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Pengibaran Merah Putih di Nusantara, OIKN Tegaskan Pembangunan IKN Inklusif

17 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Renungan Suci di Nusantara, Basuki Tegaskan Semangat Kemerdekaan dan Kelanjutan Pembangunan IKN

17 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA