Menu

Mode Gelap
Half Marathon Perdana di IKN Sukses Digelar, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Inti Nusantara Danis Sumadilaga Beberkan Strategi Besar Pembangunan IKN, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Integritas Otorita IKN Tegas Berantas Aktivitas Ilegal, Tambang dan Perambahan Hutan Jadi Perhatian Serius Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Bersinergi di IKN, Siapkan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045 Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 13:00 WITA ·

Panen Padi Gogo di Muara Jawa Jadi Ajang Dialog Petani Dan Pemangku Kepentingan


 Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Kelompok tani bersama puluhan masyarakat antusias mengikuti panen perdana Padi Gogo di Nusantara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otorita IKN. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Panen bersama Padi Gogo di Muara Jawa, Kamis (9/4/2026), tidak hanya menjadi momen panen, tetapi juga ruang dialog antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha terkait masa depan pertanian di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kegiatan ini, para petani menyampaikan langsung berbagai aspirasi, mulai dari pengelolaan lahan hingga kebutuhan sarana produksi. Otorita IKN memanfaatkan momen tersebut untuk menyerap masukan dari masyarakat.

Perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur, Joko, menegaskan pengembangan pertanian di IKN akan mengedepankan konsep berkelanjutan. “Kami akan meminimalkan pupuk kimia dan mendorong penggunaan pupuk organik serta kompos. Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Panen ini juga merupakan hasil kolaborasi pengembangan Padi Gogo bersama Institut Pertanian Bogor, sekaligus mendorong pemberdayaan petani lokal.

Perwakilan Kelompok Wanita Tani Nauli, Diana, berharap adanya pendampingan bagi kelompoknya.
“Kami memohon bimbingan dalam pengelolaan lahan pekarangan agar KWT di Muara Jawa bisa lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Maju Sejahtera, Sarnu, menyampaikan kebutuhan utama petani.
“Kami memiliki lebih dari 400 anggota dengan lahan sekitar 400 hektare. Kebutuhan utama kami adalah alsintan dan pupuk,” ujarnya.

Selain itu, akses jalan menuju lahan pertanian juga menjadi perhatian karena berdampak pada produktivitas.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, pengembangan pertanian di kawasan IKN diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Half Marathon Perdana di IKN Sukses Digelar, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Inti Nusantara

10 Mei 2026 - 19:00 WITA

Danis Sumadilaga Beberkan Strategi Besar Pembangunan IKN, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Integritas

10 Mei 2026 - 18:00 WITA

Otorita IKN Tegas Berantas Aktivitas Ilegal, Tambang dan Perambahan Hutan Jadi Perhatian Serius

9 Mei 2026 - 18:00 WITA

Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Bersinergi di IKN, Siapkan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045

9 Mei 2026 - 17:00 WITA

Otorita IKN dan Polda Kaltim Bangun Kantor Polresta, Perkuat Keamanan Nusantara

8 Mei 2026 - 20:00 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Tinjau IKN, Siap Bangun Kantor Layanan Khusus

4 Mei 2026 - 10:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA