Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

IKN NUSANTARA · 11 Jan 2026 13:00 WITA ·

Perdana, Khidmat Sholat Subuh Berjamaah bersama Menteri Agama RI di Masjid Negara


 Sholat Subuh berjamaah perdana di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) digelar khidmat di tengah suasana teduh Nusantara pada Minggu (11/01/2026). Agenda dilanjutkan dengan peninjauan kesiapan operasional Masjid Negara menyambut bulan suci Ramadan. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara Perbesar

Sholat Subuh berjamaah perdana di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) digelar khidmat di tengah suasana teduh Nusantara pada Minggu (11/01/2026). Agenda dilanjutkan dengan peninjauan kesiapan operasional Masjid Negara menyambut bulan suci Ramadan. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Sholat Subuh berjamaah perdana di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) digelar khidmat di tengah suasana teduh Nusantara pada Minggu (11/01/2026), Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar hadir bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan khotbah mengenai Surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan firman Allah kepada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan manusia sebagai khalifah atau wakil-Nya di muka bumi. Pesan ini menegaskan amanah untuk mengelola, memakmurkan, dan menjaga bumi melalui kerja-kerja keberlanjutan yang sejalan dengan ibadah dan ketakwaan.

Usai menyampaikan khotbah subuh, Nasaruddin Umar bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono meninjau kesiapan operasional Masjid Negara, khususnya dalam menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Berdiri di kawasan peribadatan Nusantara, Masjid Negara terdiri dari empat lantai dengan tambahan dua lantai mezanin. Memiliki luas bangunan mencapai 76.647 meter persegi dengan kapasitas hingga 29.095 jamaah, Masjid Negara juga diproyeksikan untuk diperluas agar dapat mengakomodasi hingga 60.000 jamaah seiring bertumbuhnya aktivitas masyarakat di Nusantara.

Saat peninjauan, turut diberikan penjelasan mengenai progres pembangunan Basilika yang tengah memasuki tahap penyelesaian. Kehadiran Basilika akan menjadi ruang ibadat bagi umat Katolik dan menambah fasilitas keagamaan dalam kawasan peribadatan Nusantara yang juga akan dilengkapi dengan Gereja Kristen, Pura, dan Wihara.

Dukungan terhadap pembangunan IKN turut disampaikan oleh Nasaruddin Umar. Menteri Agama menilai kehadiran Masjid Negara dan fasilitas keagamaan lintas umat lain menjadi representasi penting dari Nusantara sebagai ibu kota yang inklusif dan merefleksikan keragaman Indonesia. Kementerian Agama juga akan segera berkantor di Nusantara seiring percepatan relokasi lembaga pemerintah pusat ke IKN.

“Nah, dengan demikian kita akan lebih mempercepat aktivitas kantor kita di sini, karena ini adalah kebanggaan kita, makin cepat dilihat oleh dunia makin akan lebih bagus, insya Allah sesuai dengan harapan Bapak Presiden bahwa IKN ini nanti akan menjadi ikonik bangsa Indonesia yang sangat membanggakan. Saya kira kita banyak masyarakat yang belum paham apa dan seperti apa IKN sekarang ini, saya sendiri juga sangat yakin setelah melihat, menyaksikan dari dekat apa-apa yang telah disiapkan,” ujar Nasaruddin.

“Saya dan Pak Bas (Basuki Hadimuljono) mencoba untuk memanfaatkan masjid tercantik kita di Indonesia sekarang ini, Masjid IKN (Masjid Negara) menjelang bulan suci Ramadan, menjelang bapak Presiden datang berkunjung ke tempat ini, jadi kami melihat juga sampai mana persiapan menjelang bulan suci Ramadan karena insyaallah bulan suci Ramadan yang akan datang kita sudah mulai aktif di penggunaan Masjid IKN (Masjid Negara),” pungkas Nasaruddin.

Operasional Masjid Negara menjadi bagian dari kesiapan Nusantara sebagai pusat kegiatan pemerintahan sekaligus ruang interaksi sosial, spiritual, dan kebudayaan. Pembangunan fasilitas ini turut mencerminkan prinsip inklusivitas.

Sebagai ikon baru kegiatan keagamaan di ibu kota negara, Masjid Negara diharapkan menjadi penggerak atmosfer keberagamaan yang damai, produktif, dan modern, serta memberi ruang bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk beribadah dan berinteraksi.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan

22 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal

20 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Penurunan Bendera di Nusantara Berlangsung Khidmat, Semangat Kebersamaan Jadi Pesan Utama

17 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Pengibaran Merah Putih di Nusantara, OIKN Tegaskan Pembangunan IKN Inklusif

17 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Renungan Suci di Nusantara, Basuki Tegaskan Semangat Kemerdekaan dan Kelanjutan Pembangunan IKN

17 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA