Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis, 58 Orang Diamankan Polisi PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

BERITA DAERAH · 1 Jul 2026 14:00 WITA ·

Perumdam Tirta Kencana Kejar Layanan Air Bersih 100 Persen, Palaran Jadi Prioritas Pengembangan Jaringan


 Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, menjelaskan Perumdam Tirta Kencana terus memperluas jaringan perpipaan untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih, dengan fokus pengembangan di wilayah yang belum terlayani. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, menjelaskan Perumdam Tirta Kencana terus memperluas jaringan perpipaan untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih, dengan fokus pengembangan di wilayah yang belum terlayani. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda terus memperluas layanan air bersih dengan menargetkan seluruh masyarakat dapat menikmati akses air perpipaan dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, cakupan layanan telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan sekitar 15 persen wilayah yang belum terlayani menjadi fokus pengembangan jaringan distribusi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, usai menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II DPRD Kota Samarinda di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026).

Kaharuddin menjelaskan, sebagian besar wilayah yang belum memperoleh layanan air bersih berada di kawasan pinggiran kota yang hingga kini belum memiliki jaringan perpipaan.

“Cakupan layanan kami saat ini sekitar 85 persen. Wilayah yang belum terlayani umumnya berada di daerah-daerah ujung yang memang belum memiliki jaringan pipa,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu fokus utama pengembangan jaringan pada 2026 adalah Kecamatan Palaran. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kota Samarinda.

Ia menyebut bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jaringan air bersih mencapai sekitar Rp22 miliar. Ditambah dukungan anggaran dari pemerintah daerah, sebagian besar program pengembangan tahun ini dipusatkan di wilayah Palaran.

“Hampir 70 persen bantuan yang masuk tahun 2026 difokuskan untuk Palaran. Sosialisasi kepada masyarakat juga sudah kami lakukan sebagai persiapan pelaksanaan pekerjaan,” katanya.

Kaharuddin menambahkan, perluasan jaringan di kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah masyarakat yang memperoleh akses air bersih sekaligus mendukung pemerataan pelayanan di seluruh wilayah Samarinda.

Menanggapi harapan DPRD agar cakupan layanan air bersih dapat mencapai 100 persen dalam beberapa tahun mendatang, Perumdam Tirta Kencana menyatakan siap mengoptimalkan seluruh program yang telah disusun. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan teknis yang harus dihadapi.

Menurutnya, pembangunan jaringan menuju kawasan yang berjauhan membutuhkan investasi besar karena dipengaruhi kondisi geografis, kontur wilayah, serta jarak antarrumah penduduk yang cukup berjauhan.

“Kami terus berupaya mewujudkannya. Tantangannya ada pada pembangunan jaringan perpipaan, kondisi medan, dan kebutuhan anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Selain memperluas cakupan layanan, Perumdam Tirta Kencana juga berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Meski biaya operasional perusahaan meningkat, Kaharuddin memastikan hingga kini belum ada rencana menaikkan tarif air.

Ia mengungkapkan, kondisi keuangan perusahaan memang mengalami penurunan laba dibandingkan sebelumnya. Salah satu penyebab utama adalah meningkatnya biaya operasional akibat seringnya pemadaman listrik yang memaksa perusahaan mengoperasikan generator set (genset) berbahan bakar non-subsidi agar distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan.

“Kalau listrik padam, kami harus mengoperasikan genset. Itu tentu menambah biaya operasional perusahaan,” ungkapnya.

Meski demikian, Perumdam Tirta Kencana memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Perusahaan akan terus memperluas jaringan distribusi, meningkatkan keandalan pasokan air bersih, serta mengoptimalkan efisiensi operasional agar target perluasan layanan dapat tercapai tanpa membebani pelanggan melalui kenaikan tarif.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH