Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 3 Sep 2025 10:15 WITA ·

Petala, Identitas Baru yang Lahir dari Panggung Musik Tradisi


 Kelompok musik tradisi asal Kutai Kartanegara yang sebelumnya dikenal sebagai Olah Gubang kini resmi memperkenalkan identitas barunya “Petala”. Peresmian nama baru itu dilakukan saat tampil di ajang Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) di Banjarmasin, Minggu (31/8/2025). (Foto. Dok. Petala) Perbesar

Kelompok musik tradisi asal Kutai Kartanegara yang sebelumnya dikenal sebagai Olah Gubang kini resmi memperkenalkan identitas barunya “Petala”. Peresmian nama baru itu dilakukan saat tampil di ajang Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) di Banjarmasin, Minggu (31/8/2025). (Foto. Dok. Petala)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Malam itu, panggung Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) di Banjarmasin menjadi lebih dari sekadar arena pertunjukan. Tepuk tangan penonton yang bergemuruh pada Minggu (31/8/2025) tak hanya mengapresiasi penampilan musik, tetapi juga menandai lahirnya sebuah babak baru. Kelompok musik yang selama ini dikenal sebagai Olah Gubang resmi memperkenalkan nama baru “Petala”.

Bagi para personelnya, perubahan ini adalah langkah yang penuh arti. Setelah satu dekade berkarya di bawah payung Yayasan Gubang, mereka merasa saatnya membangun “rumah” sendiri sebuah wadah yang lebih leluasa untuk mengelola karya, perjalanan artistik, dan arah masa depan.

“Kami ingin punya rumah sendiri. Supaya bisa bergerak lebih leluasa dan membangun manajemen sendiri,” tutur Achmad Fauzi, pendiri Petala, Rabu (3/9/2025).

Pemilihan nama Petala bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Melayu Lawas dan Sanskerta, petala berarti lapisan atau tingkatan. Filosofi inilah yang mereka bawa ke dalam musiknya, nada-nada tradisi yang bertumpuk, berpadu, dan saling menguatkan, seperti lapisan bumi dan langit yang menyimpan kedalaman makna.

Meski berpisah secara identitas, Fauzi menegaskan Petala tidak meninggalkan Gubang. Hubungan tetap terjalin, terutama dalam kolaborasi seni dan pengiringan tari. Bedanya, dengan identitas baru, mereka memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi panggung nasional bahkan internasional.

Momentum peluncuran nama baru di Banjarmasin juga sarat makna. Selain karena FMTI mempertemukan banyak komunitas musik tradisi dari berbagai daerah, Banjar dikenal sebagai tanah yang kental dengan nilai spiritual.

“Banjar adalah tanah para guru dan ulama. Ada doa yang menyertai langkah baru ini,” ujar Fauzi.

Dengan semangat baru sebagai Petala, kelompok musik ini tak hanya ingin menjaga tradisi, tetapi juga meramunya agar lebih dekat dengan generasi muda. Bahkan, mereka tengah menyiapkan karya baru.

“Dalam waktu dekat kami akan merilis single hits dengan konsep khas Petala yang tetap membawa roh tradisi Kutai,” tambah Fauzi.

Petala lahir bukan sekadar nama. Ia adalah simbol perjalanan panjang, tekad untuk menjaga akar, sekaligus keberanian melangkah ke masa depan. Dari Kutai, mereka bersiap memperdengarkan harmoni tradisi ke panggung yang lebih luas.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 131 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH