Menu ✖

Mode Gelap
PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

BERITA DAERAH · 3 Sep 2025 10:15 WITA ·

Petala, Identitas Baru yang Lahir dari Panggung Musik Tradisi


 Kelompok musik tradisi asal Kutai Kartanegara yang sebelumnya dikenal sebagai Olah Gubang kini resmi memperkenalkan identitas barunya “Petala”. Peresmian nama baru itu dilakukan saat tampil di ajang Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) di Banjarmasin, Minggu (31/8/2025). (Foto. Dok. Petala) Perbesar

Kelompok musik tradisi asal Kutai Kartanegara yang sebelumnya dikenal sebagai Olah Gubang kini resmi memperkenalkan identitas barunya “Petala”. Peresmian nama baru itu dilakukan saat tampil di ajang Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) di Banjarmasin, Minggu (31/8/2025). (Foto. Dok. Petala)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Malam itu, panggung Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) di Banjarmasin menjadi lebih dari sekadar arena pertunjukan. Tepuk tangan penonton yang bergemuruh pada Minggu (31/8/2025) tak hanya mengapresiasi penampilan musik, tetapi juga menandai lahirnya sebuah babak baru. Kelompok musik yang selama ini dikenal sebagai Olah Gubang resmi memperkenalkan nama baru “Petala”.

Bagi para personelnya, perubahan ini adalah langkah yang penuh arti. Setelah satu dekade berkarya di bawah payung Yayasan Gubang, mereka merasa saatnya membangun “rumah” sendiri sebuah wadah yang lebih leluasa untuk mengelola karya, perjalanan artistik, dan arah masa depan.

“Kami ingin punya rumah sendiri. Supaya bisa bergerak lebih leluasa dan membangun manajemen sendiri,” tutur Achmad Fauzi, pendiri Petala, Rabu (3/9/2025).

Pemilihan nama Petala bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Melayu Lawas dan Sanskerta, petala berarti lapisan atau tingkatan. Filosofi inilah yang mereka bawa ke dalam musiknya, nada-nada tradisi yang bertumpuk, berpadu, dan saling menguatkan, seperti lapisan bumi dan langit yang menyimpan kedalaman makna.

Meski berpisah secara identitas, Fauzi menegaskan Petala tidak meninggalkan Gubang. Hubungan tetap terjalin, terutama dalam kolaborasi seni dan pengiringan tari. Bedanya, dengan identitas baru, mereka memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi panggung nasional bahkan internasional.

Momentum peluncuran nama baru di Banjarmasin juga sarat makna. Selain karena FMTI mempertemukan banyak komunitas musik tradisi dari berbagai daerah, Banjar dikenal sebagai tanah yang kental dengan nilai spiritual.

“Banjar adalah tanah para guru dan ulama. Ada doa yang menyertai langkah baru ini,” ujar Fauzi.

Dengan semangat baru sebagai Petala, kelompok musik ini tak hanya ingin menjaga tradisi, tetapi juga meramunya agar lebih dekat dengan generasi muda. Bahkan, mereka tengah menyiapkan karya baru.

“Dalam waktu dekat kami akan merilis single hits dengan konsep khas Petala yang tetap membawa roh tradisi Kutai,” tambah Fauzi.

Petala lahir bukan sekadar nama. Ia adalah simbol perjalanan panjang, tekad untuk menjaga akar, sekaligus keberanian melangkah ke masa depan. Dari Kutai, mereka bersiap memperdengarkan harmoni tradisi ke panggung yang lebih luas.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH