Menu ✖

Mode Gelap
Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Sukarela Tinggalkan Kawasan Tahura Bukit Soeharto ITS Juara Umum KRTI 2026 di IKN, Dominasi Dua Divisi dan Bawa Pulang Piala Danadyaksa Dirgantara

SENI BUDAYA · 29 Sep 2025 11:15 WITA ·

Ritual Sakral Hingga Belimbur Warnai Penutup Erau Adat Kutai 2025


 Ribuan warga Kutai Kartanegara turut memeriahkan ritual belimbur sebagai penutup rangkaian Erau Adat Kutai 2025. Perbesar

Ribuan warga Kutai Kartanegara turut memeriahkan ritual belimbur sebagai penutup rangkaian Erau Adat Kutai 2025.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Beriringan dengan keberangkatan rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang mengantarkan Naga Laki dan Naga Bini ke Kutai Lama, digelar pula serangkaian ritual sakral di depan Keraton Kesultanan Kutai, Minggu (28/9/2025).

Rangkaian ritual tersebut diawali dengan beumban, dilanjutkan begorok, rangga titi, dan ditutup dengan prosesi belimbur. Tradisi belimbur tidak hanya menjadi ritual terakhir, tetapi juga puncak dari seluruh rangkaian Erau Adat Kutai.

Dalam prosesi belimbur, masyarakat Kutai larut dalam keceriaan dengan saling menyiramkan air. Setiap sudut jalan di Tenggarong pada sore itu basah oleh siraman air dari berbagai kalangan masyarakat.

Belimbur dimaknai sebagai tradisi penyucian diri, melunturkan sifat buruk, dan menghapus unsur kejahatan. Air yang menjadi sumber kehidupan dipercaya membawa keberkahan serta pembersihan lahir dan batin. Prosesi ini dimulai setelah upacara rangga titi, ditandai dengan dipercikkannya air tuli oleh Sultan kepada para hadirin, sebelum akhirnya masyarakat saling menyiram air satu sama lain.

Ritual ini terbuka untuk umum, kecuali bagi orang tua yang membawa anak kecil serta para lansia. Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi festival rakyat yang penuh suka cita. Selain bernilai filosofis, belimbur juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Kini, belimbur tidak lagi sebatas menyiram air dengan tangan. Sebagian masyarakat menggunakan kantong plastik berisi air, bahkan ada yang memanfaatkan pompa pemadam kebakaran. Bagi remaja, belimbur telah menjelma menjadi ajang “perang air” yang hanya bisa mereka nikmati sekali dalam setahun.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Tekankan Pelestarian Budaya dan Kesehatan Masyarakat

20 September 2026 - 12:00 WITA

Tiang Ayu Berdiri, Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

Diiringi Gendang dan Gong, Merangin Tandai Dimulainya Perjalanan Sakral Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

Menjamu Benua Jadi Ritual Sambut Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 17:00 WITA

Beluluh Awal Sultan Tandai Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH